Sambut Imlek, Tradisi Ketuk Pintu dan Doa Bersama Digelar di Kawasan Pecinan Semarang

Minggu, 08 Feb 2026, 12:30 WIB

SEMARANG - Tradisi Ketuk Pintu dan doa Bersama mengawali rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026 atau Kongzili 2577 di kawasan pecinan Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/2).

Kegiatan ini sebagai penanda dimulainya rangkaian perayaan Imlek. Prosesi berlangsung di Klenteng Besar Tay Kak Sie, dengan melibatkan doa lintas agama serta unsur budaya khas Pecinan

Ket. Foto: Prosesi syukuran Ketuk Pintu di Kelenteng besar Tay Kak Sie , Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (7/2) — Sumber: Antara

Prosesi doa lintas agama dengan parade berkebaya dalam tradisi ketuk pintu digelar untuk mengawali persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2577.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendoakan kelancaran dan keamanan Pasar Imlek Semawis 2026 bertema Kuda Datang, Sukses Menjelang di Pecinan Semarang, 13–15 Februari.

Doa bersama yang digagas oleh Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) tersebut digelar di Kelenteng Tay Kak Sie Semarang, Sabtu (7/2).

Usai doa bersama, warga pecinan bersama masyarakat dari berbagai komunitas mengawali tradisi Ketuk Pintu dari Kelenteng Tay Kak Sie.

"Tradisi Ketuk Pintu untuk memohon restu agar rangkaian Pasar Imlek Semawis bisa berjalan lancar," kata Ketua Kopi Semawis, Haryanto Halim, dikutip dari espos.id.

Ia mengatakan, Imlek di Semarang bukan sekadar perayaan kelompok tertentu, melainkan refleksi kehidupan masyarakat yang terbiasa hidup berdampingan dalam keberagaman.

Imlek 2026 jatuh pada Tahun Kuda yang identik dengan dinamika dan semangat. Dalam tradisi Tionghoa, simbol kuda dimaknai sebagai pertanda optimisme dan kesuksesan.

"Bagi orang Tionghoa, kuda itu salah satu simbol besar. Ada ungkapan kudanya datang, sukses menjelang. Walaupun mungkin tidak mudah, tetap yakin bahwa keberhasilan akan tiba jika kita mau berusaha," imbuhnya.

Pasar Semawis 2026 akan menghadirkan deretan stan kuliner serta pertunjukan budaya khas Tionghoa seperti wayang potehi dan barongsai.

Harjanto mengimbau agar pengunjung mengenakan kebaya bagi perempuan dan sarung bagi laki-laki sebagai simbol penguatan identitas budaya Jawa dalam perayaan tersebut.

"Kami akan menyajikan makanan khas Muslim Tiongkok dari Xinjiang yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat. Selain itu juga akan ada pembagian air suci dari lima kelenteng," katanya.

  • Imlek 2026

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.