Surabaya Great Expo Meledak, Transaksi Tembus Rp7,75 Miliar

Selasa, 11 Agu 2026, 19:10 WIB

SURABAYA – Fasilitasi UKM berkembang perlu diarahkan dari sekadar bantuan modal menjadi penguatan ekosistem usaha secara menyeluruh.

Akses pembiayaan harus dibarengi pendampingan, peningkatan kapasitas, digitalisasi, standardisasi produk, dan perluasan pasar agar UKM mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Ket. Foto: Arsip foto - Para peserta berfoto bersama dalam Surabaya Great Expo (SGE) 2026 di Exhibition Hall Grand City, Surabaya, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Surabaya

Dengan pendekatan tersebut, fasilitasi bukan hanya menjaga UKM tetap bertahan, tetapi mendorongnya naik kelas, lebih produktif, dan semakin kompetitif.

Pemerintah Kota Surabaya mencatat nilai transaksi pada ajang Surabaya Great Expo (SGE) yang digelar pada 5-9 Agustus 2026 mencapai Rp7,75 miliar dan mendatangkan pengunjung 48.022 orang.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya Mia Santi Dewi dalam keterangannya di Surabaya, Jaw Timur, Senin (10/8), mengatakan bahwa SGE 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi.

"Tetapi juga menghadirkan beragam kegiatan seperti seni dan tarian, talkshow, workshop, fashion show, hiburan, kompetisi, hingga kegiatan komunitas dan dunia pendidikan," katanya.

Ia mengatakan, SGE 2026 yang digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya itu, turut membuka ruang pelayanan publik dan konsultasi bagi masyarakat umum maupun pelaku usaha.

Layanan yang disediakan meliputi keimigrasian, BPOM, pendaftaran merek, sertifikasi halal, informasi dan proses ekspor, hingga layanan kesehatan.

Mia menekankan bahwa penutupan pameran secara fisik bukan berarti menghentikan langkah para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk terus berkembang dan naik kelas.

"Saya berharap setelah SGE selesai, justru akan muncul lebih banyak transaksi, kolaborasi, pelanggan baru, dan tentu lebih banyak UKM yang naik kelas," katanya.

Menurutnya, keberhasilan UKM tidak hanya dinilai dari seberapa sering mengikuti pameran, melainkan dari sejauh mana usaha tersebut berkembang setelah acara mulai dari perluasan pasar, peningkatan omzet, hingga penguatan fondasi bisnis.

"Apa yang sudah dimulai di SGE ini jangan berhenti ketika booth dibongkar dan lampu pameran dimatikan. Kontak bisnisnya tetap disimpan, kolaborasinya dilanjutkan, transaksinya diteruskan, dan produknya terus dikembangkan," katanya.

SGE 2026 diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS) sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ajang ini menghadirkan beragam sektor peserta, mulai dari pelaku UMKM, fesyen batik, industri kreatif, BUMN/BUMD, perusahaan swasta, hingga instansi pelayanan publik dan komunitas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.