Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kehadiran Negara Akan Tercermin dalam Kualitas Layanan Publik

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kehadiran Negara Akan Tercermin dalam Kualitas Layanan Publik Doc: istimewa
Ket. Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih

JAKARTA - Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih menegaskan perencanaan pembangunan nasional tidak dapat dilepaskan dari kualitas pelayanan publik. Sebab, berhasil tidaknya satu kebijakan pada akhirnya akan terlihat pada bagaimana negara hadir melayani masyarakat. 

“Setiap kebijakan pembangunan pada akhirnya bermuara pada bagaimana negara hadir melayani warga negara secara adil, efektif, dan beradab,” kata Najih, saat dikonfirmasi Antara di Jakarta, Selasa (17/2).

Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID), Nazar el Mahfudzi, menilai pentingnya kualitas pelayanan publik dalam perencanaan pembangunan merupakan pengingat mendasar tentang esensi negara demokratis.

Menurutnya, pembangunan bukan sekadar proyek fisik atau angka pertumbuhan, melainkan soal bagaimana negara menjalankan mandat konstitusionalnya untuk melayani rakyat.

Nazar menegaskan bahwa dalam kerangka Pancasila, pelayanan publik yang adil dan bermartabat merupakan perwujudan langsung sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Pancasila tidak hanya menjadi dasar normatif, tetapi harus diterjemahkan dalam praktik konkret pelayanan negara yang tidak diskriminatif, transparan, dan akuntabel,” kata Nazar.

Demokrasi pada hakikatnya, bukan hanya soal pemilu lima tahunan, melainkan kualitas hubungan antara negara dan warga dalam kehidupan sehari-hari. Ukuran demokrasi yang sehat, kata dia, terlihat dari akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, administrasi, hingga perlindungan hukum yang cepat dan setara.

Menurut Nazar, jika perencanaan pembangunan tidak berorientasi pada kualitas layanan publik, maka demokrasi akan tereduksi menjadi prosedur formal tanpa substansi. Pembangunan bisa saja tumbuh secara statistik, tetapi jika warga masih kesulitan mengakses layanan dasar, maka negara belum benar-benar hadir.

“Demokrasi yang matang adalah demokrasi yang terasa dalam pelayanan publik yang manusiawi dan responsif. Di situlah Pancasila bekerja sebagai etika sekaligus arah pembangunan bangsa,” kata Nazar.

Peran Krusial

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti mengatakan, dalam teori ekonomi publik, pemerintah memiliki peran krusial untuk memperbaiki kegagalan pasar, memastikan keadilan, dan mendorong pertumbuhan.

Menurut Richard A. Musgrave, tiga fungsi utama pemerintah adalah alokasi (penyediaan barang publik), distribusi (pemerataan pendapatan), dan stabilisasi (menjaga stabilitas ekonomi makro).

Untuk fungsi yang pertama, yaitu fungsi Alokasi (Allocation Function), Pemerintah kata Esther berperan menyediakan barang dan jasa yang tidak dapat disediakan oleh pasar swasta (barang publik/publik goods) seperti pertahanan negara, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, serta mengatasi eksternalitas.

Kemudian, fungsi distribusi (Distribution Function), Pemerintah mengupayakan agar distribusi pendapatan dan kekayaan masyarakat tetap adil dan merata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.