Pemkab Kabupaten Jembrana Go Digital: Retribusi Online, PAD Ikut Naik

Selasa, 17 Feb 2026, 22:25 WIB

JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, mulai tancap gas memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat pungutan retribusi berbasis digital.

Di bawah koordinasi Pemerintah Kabupaten Jembrana, sistem pembayaran perlahan dialihkan ke teknologi agar lebih praktis, transparan, dan minim kebocoran.

Ket. Foto: Pelaksanaan uji coba retribusi parkir di Terminal Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Pemkab Jembrana

Harapannya sederhana: warga makin dimudahkan, pengelolaan makin rapi, dan kas daerah ikut terdongkrak tanpa ribet—karena sekarang urusan retribusi pun bisa ikut “naik kelas” secara digital.

"Untuk sementara kami uji coba sistem tersebut di retribusi parkir manuver dan Terminal Gilimanuk," kata Sekda Jembrana I Made Budiasa di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (17/2).

Dia mengatakan, dengan sistem non tunai atau pembayaran digital, penerimaan daerah dari sektor tersebut akan lebih transparan, riil dan mencegah kebocoran.

Khusus wilayah Gilimanuk, kata dia, dengan posisi sebagai pintu gerbang Bali, retribusi di parkir manuver dan Terminal Gilimanuk memiliki potensial besar untuk menambah PAD.

"Ribuan kendaraan setiap hari keluar masuk Bali. Itu potensi yang besar untuk PAD," katanya.

Dengan pertimbangan tersebut, Pemkab Jembrana membangun sistem digital untuk meminimalisir interaksi antara petugas pungut dengan pengguna jasa.

Sistem yang bekerja sama dengan salah satu bank ini, menurut dia, akan membuat uang yang masuk dari retribusi bisa dipantau setiap saat.

"Dengan mengetahui uang yang masuk, proyeksi program ke depan akan lebih akurat," katanya.

Menurut dia, jika sistem di Gilimanuk ini berhasil, sistem yang sama akan diterapkan di tiap titik retribusi di Kabupaten Jembrana.

Digitalisasi retribusi, kata dia, merupakan bagian upaya Pemkab Jembrana untuk penguatan fiskal daerah melalui tata kelola yang bersih.

"Tujuan utama digitalisasi ini adalah mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah, serta menciptakan sistem pengelolaan retribusi yang lebih tertib dan terintegrasi. Dengan sistem yang akuntabel, kita bisa memastikan seluruh potensi pendapatan daerah terserap maksimal untuk kepentingan masyarakat Jembrana," katanya.

Terkait pengguna jasa yang menggunakan uang tunai saat melintas di parkir manuver dan Terminal Gilimanuk, dia mengatakan, pihaknya masih membuka untuk pembayaran tunai.

"Kami sekarang masih dalam tahap sosialisasi, dengan harapan ke depan semua pengguna jasa membayar dengan sistem non tunai," katanya.

Sedangkan untuk kenaikan target PAD setelah menggunakan sistem ini, dia tidak bisa menyebut angka pasti, namun optimis pendapatan akan meningkat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.