Cuan, UMKM di Timika Langsung Kantongi Rp3 Juta Sehari di Pasar Imlek

Selasa, 17 Feb 2026, 16:48 WIB

TIMIKA - Perayaan Imlek di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tahun ini tidak hanya menjadi panggung bagi seni budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Sebanyak 38 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dilaporkan meraup omzet hingga jutaan rupiah per hari selama gelaran Festival Pasar Imlek yang berlangsung di Timika, 15-17 Februari 2026.

Ketua Panitia Festival Pasar Imlek Mimika Yoesoef Kurniawan di Timika, Selasa, mengatakan festival ini bagian dari rangkaian kegiatan Imlek di Kabupaten Mimika.

Ket. Foto: Warga Kota Timika berkunjung ke Festival Pasar Imlek di Jalan Budi Utomo, Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (17/2). — Sumber: ANTARA/Marselinus Nara

"Di Mimika ini ada ratusan UMKM, tetapi keterbatasan tempat jadi hanya 38 UMKM yang kami akomodir. Semua stan untuk mereka berjualan kami yang siapkan secara gratis," kata Kurniawan.

Ia menjelaskan bahwa festival ini bukan hanya untuk memperkenalkan budaya masyarakat Tionghoa di Mimika tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui UMKM.

"Ada stan yang mendapatkan keuntungan Rp3 juta per hari. Kami berharap dalam acara ini ada keuntungan, ada perputaran uang dalam jumlah besar di festival ini," ujarnya.

Festival Pasar Imlek dilaksanakan selama tiga hari, pada 15-17 Februari 2026.

"Puncak acara Imlek nanti di acara Cap Go Meh di tanggal 3 Maret 2026. Kami laksanakan di Gedung Eme Neme Yauware," kata Kurniawan.

Salah satu anggota Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Mimika, Fransiska Piry mengatakan bahwa festival ini membantu menghidupkan perekonomian UMKM Mimika.

"Kami Dekranasda memiliki enam stan yang menjual ukiran khas Suku Kamoro, anyaman, makanan dan juga minuman," ujarnya.

Ia mengatakan barang-barang yang dijual di stan diambil dari pengukir dan pengrajin lokal Papua binaan Dekranasda.

"Keuntungan kami per hari ini di atas Rp2 juta. Kami bisa menyalurkan berkat bagi pengrajin asli Mimika karena kami mengambil hasil mereka dan membantu mereka untuk lebih produktif menghasilkan karya mereka untuk dipasarkan," kata Fransiska.

Evi Rianty Dias, pelaku UMKM yang turut serta dalam kegiatan mengatakan festival ini memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM Mimika.

"Ini momen yang bagus buat kami, ke depan jika ada festival lagi maka semakin banyak UMKM yang dilibatkan."

  • imlek
  • festival imlek mimika 2026
  • umkm timika
  • psmti mimika
  • ekonomi papua tengah
  • dekranasda mimika

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.