Pacu Kemandirian Energi Nasional
Senin, 16 Feb 2026, 01:00 WIBPengembangan jaringan gas secara masif menjadi bagian strategi pemerintah mengurangi beban subsidi sekaligus impor LPG.
Jakarta â Pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui percepatan pemanfaatan gas bumi sebagai energi bersih sekaligus strategi menekan impor dan mendorong efisiensi ekonomi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menilai pengembangan jaringan gas bumi menjadi langkah penting dalam mendukung kemandirian energi nasional.
Seperti dikutip dari Antara, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan gas bumi yang lebih ramah lingkungan dan efisien berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama melalui perluasan jaringan gas rumah tangga dan pemanfaatan compressed natural gas (CNG) bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain memperluas pemanfaatan, BPH Migas juga memperkuat tata kelola distribusi agar lebih transparan dan akuntabel.
âKehadiran kami di wilayah PGN Sales and Operation Region (SOR) 1 merupakan langkah nyata dalam rangka mitigasi proses bisnis PGN terutama wilayah SOR 1, guna memastikan seluruh operasional berjalan sesuai regulasi, transparan, dan akuntabel demi menjamin keberlanjutan pasokan energi nasional,â ujar Wahyudi saat mengunjungi pelanggan jaringan gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Medan, Sumatera Utara, Minggu (15/2).
Wilayah layanan PGN SOR I mencakup Dumai, Pekanbaru, Medan, Batam, Palembang, dan Lampung. Hingga Januari 2026, penyaluran gas bumi mencapai 140,46 billion british thermal unit per day (BBTUD) dengan jumlah pelanggan jaringan gas mencapai 134.198 pelanggan.
Pemanfaatan CNG terbukti meningkatkan efisiensi biaya operasional pelaku usaha.
âPemanfaatan moda CNG ini terbukti jauh lebih efisien, dengan penghematan mencapai 30 hingga 35 persen. Sebagai contoh nyata, salah satu UMKM Nasi Kebuli di Kota Medan, mampu menekan biaya operasional gasnya hingga Rp9 juta per bulan dari sebelumnya menghabiskan Rp35âRp36 juta saat menggunakan LPG nonsubsidi, kini hanya menjadi Rp26 juta setelah beralih ke CNG,â ujarnya.
Menurut Wahyudi, pengembangan jaringan gas secara masif menjadi bagian strategi pemerintah mengurangi beban subsidi sekaligus impor LPG.
âDengan terus bertambahnya jumlah pelanggan di sektor UMKM, komersial umum, hingga rumah tangga, kami berharap beban penyediaan bahan bakar impor dapat terus berkurang, sekaligus memperkuat kemandirian energi dalam negeri yang berkelanjutan,â tambahnya.
Manfaat jaringan gas juga dirasakan langsung masyarakat. Barorah Syahbilal Siregar mengaku pengeluaran energi rumah tangganya lebih hemat.
âLayanan PGN ini sudah bagus, ke depannya supaya bisa semakin lebih bagus (pelayanannya),â katanya.
Inovasi Teknologi
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan swasembada energi membutuhkan terobosan nyata dan inovasi teknologi.
âTeman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan, para pengimpor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada,â tegasnya.
Ia menyoroti banyaknya sumur minyak tua yang menyebabkan produksi belum optimal.
âSumur-sumur tua ini, mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur, yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur,â jelasnya.
Pemerintah juga menyiapkan tender 110 blok migas baru serta mempercepat proyek strategis nasional, termasuk operasional RDMP Kilang Balikpapan.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Bersitegang dengan Iran, AS Galang Kekuatan Militer di Timur Tengah
-
Ubed Luar Biasa, Gulung Mantan Juara Dunia, 8 Wakil Indonesia ke Semifinal Bulu Tangkis SEA Games
-
Permudah Remitansi Pekerja Migran, Finnet Hadirkan Solusi Pembayaran Digital Terintegrasi
-
Pare, Si Pahit yang Punya Banyak Manfaat Kesehatan
-
Pintu Air Cengkareng Drain Menunjukan Penurunan Debit Air tapi Masih Siaga 1
-
BRIN Kembangkan Material Inovatif untuk Ciptakan Hidrogen Bersih
-
PLN IP Produksi Energi Bersih Biomassa 1.101,59 GWh pada 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.