- Home
-
- Megapolitan
-
- Festival Cahaya Gemerlap I...
Festival Cahaya Gemerlap Imlek
Senin, 16 Feb 2026, 04:05 WIBJAKARTA â Pemprov Jakarta benar-benar berupaya melahirkan kemeriahan untuk menyambut Imlek 2026. Gemerlap cahaya dan lampion-lampion sepanjang Jl Sudirman-Thamrin. Deretan lampion merah menghiasi trotoar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
Warga Jakarta ramai-ramai menikmati kegemerlapan menyambut Imlek ini. Para pejalan kaki yang melintas tampak memperlambatkan langkah, untuk berfoto-foto dan selfie. Mereka berhenti sejenak untuk mengabadikan suasana Jakarta Light Festival bertema Imlek.
Dekorasi tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian festival yang digelar sejak 13 Februari dan akan berakhir sehari setelah Imlek, 17 Februari. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menghadirkan instalasi cahaya, dekorasi bernuansa Tahun Baru Imlek, hingga pertunjukan seni budaya Tionghoa yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka.
Sejumlah warga mengaku sengaja datang lebih awal untuk melihat persiapan di Bundaran HI. Rani (28), warga Jakarta Selatan, mengatakan suasana kawasan tersebut terasa berbeda dari hari biasa. âBiasanya lewat sini cuma buat kerja atau olahraga, sekarang lebih ramai dan berwarna. Jadi terasa lebih semarak menjelang Imlek,â ujarnya, saat ditemui di lokasi.
Hal serupa disampaikan Kevin (34), karyawan swasta yang datang bersama keluarganya. Menurutnya, konsep festival di ruang terbuka membuat perayaan lebih mudah diakses. âIni bagus karena digelar di ruang publik. Jadi semua orang bisa menikmati. Anak-anak juga senang lihat lampion dan instalasi cahaya,â katanya.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengatakan, perayaan Imlek tahun ini dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi masyarakat Jakarta yang beragam. Momentum tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota yang inklusif.
âPerayaan Imlek Jakarta 2026 kami rancang sebagai perayaan kebersamaan dalam keberagaman. Jakarta merupakan rumah bagi berbagai budaya yang hidup berdampingan,â ujar Rano saat konferensi pers Perayaan Imlek 2026 di kawasan Bundaran HI.
Menurut Rano, Bundaran HI dipilih sebagai pusat kegiatan karena mudah diakses dan menjadi titik temu warga dari berbagai latar belakang. Dengan konsep terbuka, masyarakat dapat menikmati rangkaian acara tanpa pembatasan khusus. âBundaran HI menjadi pusat perayaan yang dapat dinikmati masyarakat secara terbuka. Kami ingin menghadirkan pengalaman Imlek yang inklusif di ruang publik,â kata Rano.
Selain instalasi cahaya yang menjadi daya tarik utama, festival ini juga menghadirkan pertunjukan seni budaya Tionghoa sebagai bagian dari perayaan. Selama lima hari pelaksanaan, kawasan Bundaran HI diproyeksikan menjadi pusat aktivitas warga yang ingin merasakan suasana Imlek di ruang kota.
Suasana Glodok
Sementara itu, menjelang Imlek, kawasan Glodok, Jakarta Barat, mulai dipadati pengunjung. Warga terlihat berburu aneka pernak-pernik dan perlengkapan khas Imlek. Ini mulai dari lampion, angpao, lilin, hingga hiasan shio yang dijajakan di sepanjang pertokoan.
Aktivitas belanja sangat ramai terutama di sekitar pusat perdagangan lama Glodok. Toko-toko aksesoris dan perlengkapan sembahyang tampak ramai didatangi pembeli yang mempersiapkan kebutuhan perayaan bersama keluarga.
Salah satu pengunjung, Lina (35), warga Jakarta Utara, mengaku setiap tahun datang ke Glodok untuk mencari dekorasi Imlek. Menurutnya, pilihan barang di kawasan tersebut lebih lengkap dan variatif. âKalau cari hiasan Imlek memang paling lengkap di sini. Sekalian ajak anak lihat suasananya, biar terasa momen perayaannya,â ujarnya saat ditemui di sela berbelanja.
Hal senada disampaikan Andi (38), yang datang bersama istrinya untuk membeli lampion dan amplop angpao. Ia menilai suasana Glodok menjelang Imlek selalu menghadirkan nuansa khas yang tidak ditemukan di pusat perbelanjaan modern. âDi sini lebih terasa atmosfernya. Ramai, tapi itu yang bikin hidup,â katanya.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas di kawasan Pancoran, Glodok, juga diikuti penertiban oleh aparat gabungan. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Sosial (Dinsos) menggelar operasi untuk menjaga ketertiban umum.
Operasi tersebut menyasar Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), parkir liar, serta pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan bahu jalan sepanjang kawasan Pancoran, Glodok. Penertiban dilakukan agar arus pejalan kaki dan kendaraan tetap lancar di tengah lonjakan pengunjung.
âDi sini tidak boleh untuk berjualan. Silakan dibereskan karena trotoar untuk pejalan kaki,â kata Kepala Satpol PP Kecamatan Tamansari, Goodman Sidabutar, kepada sejumlah PKL saat operasi berlangsung.
Dengan meningkatnya kunjungan dan pengawasan yang diperketat, kawasan Glodok kembali menjadi pusat aktivitas warga menjelang Tahun Baru Imlek. Perpaduan antara tradisi belanja tahunan dan penataan kawasan menjadi bagian dari dinamika perayaan di salah satu sentra budaya Tionghoa di Jakarta tersebut.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Unit K9 Diturunkan untuk Mencari Korban Tanah Longsor di Palembayan
-
Sekda Uus Resmikan Jakarta Lunar New Year Festival 2026, Imlek Jadi Simbol Toleransi
-
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Ini Dia Deretan Makanan yang Wajib Ada di Rumah
-
Rayakan Cap Go Meh 2026, Hotel Borobudur Jakarta Hadirkan Ritual Lo Hei
-
PBB Mulai Proses Seleksi Sekretaris Jenderal
-
Penuh Kehangatan, Komunitas Bisnis di Jakarta Gelar Perayaan Imlek Sederhana Sarat Makna
-
SAR Sumbar Melintasi Sungai dengan Tali untuk Evakuasi Korban Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.