SAR Sumbar Melintasi Sungai dengan Tali untuk Evakuasi Korban Banjir
Sabtu, 29 Nov 2025, 23:40 WIBJakarta - Tim SAR membuat lintasan tali yang membentang sepanjang 50 meter untuk mengevakuasi dua korban yang hanyut terbawa banjir bandang di aliran Sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu, melaporkan bahwa teknik penyeberangan tali atau tyrolean traverse diterapkan karena akses menuju lokasi korban terputus dan kondisi medan tidak memungkinkan tim menyeberang secara manual.
"Untuk petugas rescuer Kantor SAR Padang, jaraknya kurang lebih 50 meter,â ujarnya.
Menurut dia, banjir bandang beberapa hari lalu menerjang pengguna jalan lintas serta rumah warga di sisi sungai pada jalur PadangâBukittinggi, hingga ada dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Sebagaimana dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Basarnas hingga saat ini tim di lapangan masih belum bisa mengevakuasi keduanya karena jenazah masih terhimpit material banjir.
"Belum bisa. Masih terhimpit material," kata dia.
Namun, ia memastikan operasi SAR terus berlangsung dengan memperhatikan keselamatan personel, mengingat arus sungai masih deras dan kontur tebing dipenuhi material lumpur serta bebatuan. Proses pembersihan material sisa banjir dilakukan bertahap sebelum jenazah dapat diangkat.
Selain itu, tim SAR juga melakukan pemantauan lanjutan di sepanjang bantaran sungai guna memastikan tidak ada korban lain yang belum terdeteksi.
"Koordinasi dilakukan bersama BPBD, TNI-Polri serta relawan setempat," katanya menambahkan.
Dia memastikan tim dari Kantor SAR Padang bersama petugas tim gabungan lainnya disebar di beberapa titik rawan mengingat potensi hujan masih tinggi dan kondisi tanah di sekitar perbukitan labil.
Peralatan vertical rescue dan perlengkapan air juga turut disiagakan tim SAR untuk mengantisipasi skenario evakuasi lain yang lebih kompleks.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan sampai dengan Sabtu pukul 12.00 WIB Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumatera Barat mencatat total ada 88 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang karena banjir dan tanah longsor di daerah itu.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat Diandalkan Bisa Menjadi Geopark
-
Pengobatan korban banjir di Nagan Raya
-
Sheinbaum Dukung Diplomasi Damai untuk Redakan Ketegangan AS-Kuba
-
Pengamat: Pemerintah Harus Konsisten Tangani Kebocoran Penerimaan Pajak
-
BMKG Deteksi 2 Bibit Siklon Berpotensi Menguat di Perairan Indonesia
-
Agar Tumbuh Maksimum, Produksi Pangan dan Industri Dalam Negeri Harus Diperkuat
-
BRIN: Air Hujan Jakarta Mengandung Partikel Mikroplastik Berbahaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.