- Home
-
- Luar Negeri
-
- ByteDance akan Batasi Apli...
ByteDance akan Batasi Aplikasi Video AI Seedance Setelah Dituding Melanggar Hak Cipta
Senin, 16 Feb 2026, 14:22 WIBRaksasa teknologi Tiongkok, ByteDance, berjanji akan membatasi alat pembuatan video kecerdasan buatan (AI) yang kontroversial, Seedance, menyusul ancaman tindakan hukum dari Disney dan keluhan dari raksasa hiburan lainnya.
BBC melaporkan, video yang dibuat menggunakan versi terbaru aplikasi Seedance telah menyebar luas di internet. Banyak yang dipuji karena realismenya.
Namun tren ini juga memicu kekhawatiran dari beberapa studio Hollywood yang menuduh pembuat platform AI tersebut melakukan pelanggaran hak cipta.
Pada hari Jumat (13/2), Disney mengirim surat peringatan kepada ByteDance yang menuduhnya memasok Seedance dengan "perpustakaan bajakan" karakter-karakter berhak cipta milik studio tersebut, termasuk karakter dari Marvel dan Star Wars.
Pengacara Disney menuduh ByteDance melakukan "perampokan virtual" atas kekayaan intelektual mereka, termasuk superhero dari Marvel, Star Wars, dan berbagai kartun.
Pada hari Senin, ByteDance mengatakan kepada BBC bahwa perusahaan tersebut "menghormati hak kekayaan intelektual dan telah mendengar kekhawatiran mengenai Seedance 2.0."
"Kami mengambil langkah-langkah untuk memperkuat perlindungan yang ada saat ini karena kami berupaya mencegah penggunaan hak kekayaan intelektual dan kemiripan tanpa izin oleh pengguna."
ByteDance tidak menanggapi pertanyaan yang meminta detail tentang perlindungan yang rencananya akan diterapkan.
Seperti alat AI generatif lainnya, Seedance dapat membuat video berdasarkan perintah teks singkat.
Banyak klip Seedance didasarkan pada aktor dan acara nyata dan beberapa telah menjadi viral sejak peluncuran versi 2.0 terbarunya pada 12 Februari.
Sebuah klip yang diduga dihasilkan oleh Seedance menunjukkan karakter Star Wars, Anakin Skywalker dan Rey, bertarung dengan lightsaber mereka, dan Spider-Man melawan Captain America di jalanan New York.
Perusahaan tersebut belum mengungkapkan data apa yang digunakannya untuk melatih Seedance.
ByteDance sebelumnya mengatakan bahwa produk tersebut telah menghentikan sementara kemampuan pengguna untuk mengunggah gambar orang sungguhan.
Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa mereka menghormati hak kekayaan intelektual dan perlindungan hak cipta, dan menanggapi setiap potensi pelanggaran dengan serius.
- Kecerdasan Buatan
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Cegah Pinjol, OJK Ajak Petani di Papua Kenali Akses Layanan Keuangan Formal
-
Dicoding Developer Conference 2026 Kupas Tuntas Masa Depan Talenta Digital Indonesia
-
Soroti Tuntutan Mati ABK, Komisi III DPR Tekankan Prinsip Restoratif KUHP Baru
-
Joko Anwar Konfirmasi 'Pengabdi Setan 3' akan Rilis Tahun 2027
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Liga Champions: Barcelona Tumbang di Camp Nou, Atletico Madrid Pegang Kendali Menuju Semifinal
-
Sapi Milik Peternak Bantul Terpilih Menjadi Hewan Kurban Presiden
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.