AS Bantah Terlibat Klaim Racun Katak Navalny, Rusia Tunggu Hasil Tes

Senin, 16 Feb 2026, 17:53 WIB

BRATISLAVA - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pemerintahnya tidak terlibat dalam klaim beberapa negara Eropa mengenai dugaan Alexei Navalny tewas akibat racun epibatidine.

Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Slowakia Robert Fico di Bratislava pada Minggu (15/2), Rubio menegaskan bahwa AS tidak "bertengkar" dengan sejumlah negara Eropa tentang hal itu.

Ket. Foto: Alexei Navalny. — Sumber: ANTARA/Stanislav Krasilnikov/TASS

"Itu laporan mereka dan mereka yang menerbitkannya," kata Rubio.

Lima negara Eropa (Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia) sebelumnya merilis laporan bersama yang menyatakan bahwa Navalny meninggal karena racun epibatidine.

Racun yang sangat mematikan itu secara alami ditemukan pada kulit katak panah beracun di Amerika Selatan.

Menanggapi laporan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan akan berkomentar setelah mendapatkan hasil tes.

Navalny, tokoh oposisi dan aktivis anti korupsi Rusia, dilaporkan meninggal di sebuah penjara di negara itu pada 16 Februari 2024 setelah berjalan-jalan dan kehilangan kesadaran.

Menurut informasi awal, ia menderita pembekuan darah. Komite Investigasi telah meluncurkan penyelidikan prosedural atas insiden tersebut. Ant/Sumber: Sputnik/RIA Novosti

  • Racun Katak

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.