- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tak Undang Tiongkok, AS Ge...
Tak Undang Tiongkok, AS Gelar Pertemuan Pembahasan Mineral Kritis
Sabtu, 14 Feb 2026, 23:05 WIBTOKYO - Kepala perdagangan Amerika Serikat (AS), Jumat (13/2) menggelar pertemuan tingkat menteri mengenai rantai pasok mineral kritis bersama Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah negara yang memiliki pandangan serupa, kata sejumlah pejabat.
Pertemuan itu dilakukan seiring dengan upaya Washington untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada Tiongkok atas bahan-bahan penting bagi teknologi industri modern.
Menurut Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (Office of the United States Trade Representative), para peserta membahas langkah ke depan terkait potensi kesepakatan perdagangan mineral kritis.
Melalui unggahan di platform X, kantor tersebut menyatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump "berharap dapat membangun momentum untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok mineral kritis".
Sebelum mengakhiri kunjungan tiga harinya ke AS, Menteri Perdagangan dan Industri Jepang Ryosei Akazawa mengikuti pertemuan daring dari Washington bersama Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Pembicaraan tersebut dihadiri perwakilan dari Uni Eropa serta 11 negara lainnya, termasuk Australia, Prancis, Jerman, India, dan Meksiko. Pemerintah Jepang menyebut diskusi berlangsung dinamis mengenai cara bekerja sama dalam membangun rantai pasok mineral kritis yang tangguh.
Sejak awal tahun ini, AS telah menggelar serangkaian pertemuan tingkat tinggi terkait mineral kritis.
Pada awal Februari, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyelenggarakan pertemuan tingkat menteri yang dihadiri 55 mitra AS dari berbagai kawasan dunia. Tiongkok, yang menambang sekitar 70 persen dan memurnikan sekitar 90 persen unsur tanah jarang dunia, tidak diundang dalam pertemuan tersebut.
Dalam forum itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengajak sekutu dan negara-negara yang memiliki pandangan serupa untuk bersama-sama membentuk zona perdagangan preferensial bagi mineral kritis. Langkah tersebut bertujuan melindungi mereka dari potensi gangguan rantai pasok di masa depan.
Peningkatan upaya AS itu berlangsung di tengah rencana Trump melakukan kunjungan ke Tiongkok pada April untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Perdagangan bahan industri sangat penting hampir dipastikan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut. Ant/Kyodo-OANA
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Bidik Tiga Poin Lawan Elche Demi Pangkas Jarak dari Barcelona
-
Jejak Perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin dan Sultan Bima XIV Diakui Sebagai Pahlawan Nasional
-
Sidang Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Kode Etik Anggota DPR
-
Siswa TK Lakukan Kunjungan Edukatif ke Panti Sosial di Temanggung
-
PMI Naik ke 51,2: Industri RI Tumbuh di Tengah Lesunya Permintaan Global
-
Dorong Pertumbuhan, Perhapi: Pengembangan Manufaktur Berbasis Mineral Kritis Belum Optimal!
-
Ormas jadi Mitra Strategis Pemkab Belitung
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.