Program Makan Bergizi Gratis Dorong Daya Beli, Pegawai SPPG Banyak Miliki Motor
Jumat, 13 Feb 2026, 23:10 WIBJakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut 60 persen pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini sudah bisa membeli motor dari hasil bekerja sebagai karyawan yang membantu menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Program MBG tidak hanya menyasar (pelaku) produk-produk pertanian seperti bahan baku (yang memperoleh keuntungan dari MBG), tetapi berdasarkan data dari perusahaan kendaraan bermotor, angka penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta di tahun 2025 yang terdongkrak oleh MBG. Di SPPG, 60 persen pegawainya bisa beli motor," katanya dalam Indonesia Economic Outlook 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (13/2).
Tak hanya itu, melalui Program MBG, kebutuhan akan semua bahan pangan juga mulai naik, karena untuk satu SPPG saja misalnya, untuk sekali makan, membutuhkan pisang sebanyak 3.000 buah.
"Petani hidroponik, pegawai pabrik tahu juga mulai bangkit kembali. Permintaan susu juga meningkat, karena satu SPPG dalam satu hari itu butuh 450 liter susu, sudah banyak sekarang pengusaha susu yang punya cold storage (pendingin) yang disiapkan untuk mendukung MBG," ujar Dadan.
Ia juga menjelaskan, penduduk Indonesia lahir dari orang tua yang rata-rata pendidikannya hanya sembilan tahun. Oleh karena itu, MBG menjadi penting karena 60 persen anak Indonesia tidak punya akses terhadap gizi seimbang dan tidak pernah minum susu.
"Program ini mulai mendapatkan pengakuan dari ahli ekonomi, karena MBG merupakan pendekatan ekonomi baru dalam pembangunan di Indonesia, belum pernah ada ekonomi di Indonesia yang mendorong pertumbuhan produksi sekaligus menjamin pembelian," paparnya.
Dadan juga menyampaikan, investasi pada ekonomi merupakan salah satu cara mewujudkan perekonomian yang pintar. Oleh karena itu, BGN kini berperan dalam dua hal, yakni menciptakan permintaan dan menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada.
"BGN sekarang berperan dalam dua hal, menciptakan demand, yang diberi makna sama, tetapi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat adalah makanan yang belum pernah mereka makan, sekaligus menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada, dengan MBG ini lapangan kerja diciptakan, karena satu SPPG membutuhkan 50 orang dan harus ada pemasok," ucapnya.
Menurutnya, melalui MBG, tumbuh wirausaha-wirausaha baru yang meningkatkan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
- Program MBG
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Prakiraan Terbaru dari BMKG, Cuaca di Sebagian Besar RI Berawan Tebal Pada Selasa
-
Legislator DKI Minta Pemda DKI Perkuat Bantuan Bagi Siswa Kurang Mampu
-
Peternak Unggas Mikro Tak Lagi Cemas? Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP
-
Jelang Kesepakatan Damai, Kapal Tanker Iran Melewati Zona Blokade AS
-
Prancis Waspada Serangan Cepat Swedia
-
KemenPPPA Ajukan Tambahan Anggaran Rp392 Miliar untuk Program Tahun 2027
-
Igor Tolic Minta Para Pemain Persib Berikan Performa Terbaik demi Kembali Juarai Super League 2026/27
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.