Vihara Dewi Welas Asih Cirebon Lestarikan Tradisi Bersih Rupang
Kamis, 12 Feb 2026, 17:30 WIBCIREBON -- Pengurus Vihara Dewi Welas Asih di Kota Cirebon, Jawa Barat, melestarikan tradisi bersih rupang dan altar untuk menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi sebagai bentuk pelestarian warisan budaya di daerah tersebut.
Pengurus Vihara Dewi Welas Asih Romo Junawi di Cirebon, Kamis, mengatakan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun dalam rangka penghormatan kepada para dewa-dewi sekaligus persiapan menyambut pergantian tahun.
âMenjelang Imlek, umat mengadakan kerja bakti membersihkan rupang. Ini tradisi tahunan yang terus kami lestarikan,â katanya.
Ia menjelaskan di vihara tersebut terdapat 19 altar, yang seluruhnya dibersihkan secara menyeluruh oleh umat melalui kegiatan gotong royong.
Menurut dia, tradisi bersih rupang tidak sekadar membersihkan secara fisik, tetapi memiliki makna spiritual sebagai simbol penyucian diri.
âPembersihan ini bentuk penghormatan. Kami meyakini setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan membawa berkah, kebahagiaan, kedamaian, dan kelancaran,â ujarnya.
Selain pembersihan, kata dia, umat di vihara tersebut melakukan pergantian jubah pada rupang tertentu sebagai bagian dari rangkaian ritual menjelang Imlek.
Ia menuturkan setelah prosesi tersebut, rupang kembali ditempatkan seperti semula dan digunakan dalam ibadah rutin sebagaimana biasanya.
Junawi menyampaikan puncak perayaan Imlek di vihara tersebut, akan diisi dengan doa dan sembahyang bersama seluruh umat.
Ia menambahkan, umat di Vihara Dewi Welas Asih Cirebon diimbau untuk tetap menjalankan tradisi bakti kepada orang tua masing-masing.
âOrang tua sangat berjasa dalam kehidupan anak-anaknya, sehingga momentum Imlek juga menjadi saat untuk memperkuat bakti,â katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon Agus Sukmanjaya menilai tradisi di Vihara Dewi Welas Asih menjadi salah satu keunikan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
Ia mengemukakan Cirebon dikenal sebagai kota dengan perpaduan budaya yang kuat, mulai dari unsur Tionghoa, Jawa, Sunda hingga Arab, yang hidup berdampingan secara harmonis.
Pihaknya berharap pelestarian tradisi ini dapat terus dijaga sekaligus memperkuat citra Cirebon, sebagai kota yang rukun dan toleran.
âTradisi seperti ini menunjukkan kekayaan budaya Cirebon yang tumbuh dari akulturasi. Ini bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga bagian dari identitas budaya kota,â katanya.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Sekda Uus Resmikan Jakarta Lunar New Year Festival 2026, Imlek Jadi Simbol Toleransi
-
Perayaan Tahun Baru Imlek 2026, Ini Dia Deretan Makanan yang Wajib Ada di Rumah
-
Penuh Kehangatan, Komunitas Bisnis di Jakarta Gelar Perayaan Imlek Sederhana Sarat Makna
-
PBB Mulai Proses Seleksi Sekretaris Jenderal
-
Unit K9 Diturunkan untuk Mencari Korban Tanah Longsor di Palembayan
-
Rayakan Cap Go Meh 2026, Hotel Borobudur Jakarta Hadirkan Ritual Lo Hei
-
SAR Sumbar Melintasi Sungai dengan Tali untuk Evakuasi Korban Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.