Sekda DKI: Stok Beras dan Daging Jakarta Aman Jelang Imlek sampai Idulfitri

Rabu, 11 Feb 2026, 20:15 WIB

JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, memastikan kesiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Hal itu disampaikannya saat menghadiri diskusi Balkoters Talk bertajuk "Persiapan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri" di Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2).

Menurut Uus, rangkaian hari besar yang berdekatan seperti Tahun Baru Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri menjadi perhatian serius Pemprov DKI Jakarta. Sebagai pusat aktivitas nasional dan destinasi masyarakat dari berbagai daerah, Jakarta harus memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga.

Ket. Foto: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, memastikan kesiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan dalam menjaga ketersediaan pasokan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Stabilitas pangan dan ekonomi menjadi prioritas utama," ujarnya.

Berdasarkan proyeksi Pemprov DKI, kebutuhan sejumlah komoditas meningkat menjelang Ramadan. Telur ayam diperkirakan naik 7,5 persen, daging sapi dan kerbau 3,57 persen, bawang putih 3,57 persen, cabai rawit 3,06 persen, serta bawang merah 2,89 persen.

Sementara menjelang Idulfitri, lonjakan kebutuhan diprediksi lebih tinggi. Telur ayam meningkat 17,20 persen, daging ayam 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, dan cabai rawit 9,18 persen.

Pemprov DKI bersama BUMD pangan telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga kecukupan pasokan. Koordinasi lintas BUMD diperkuat guna mencegah potensi kelangkaan maupun gejolak harga di pasaran.

"Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi dan soliditas antar-BUMD menjadi kunci," tegas Uus.

Untuk komoditas beras, total stok yang tersedia mencapai 182.172 ton. Stok tersebut berasal dari Pasar Induk Beras Cipinang 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, stok Hari Besar Keagamaan Nasional 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton.

Selain beras, Perumda Dharma Jaya memastikan ketersediaan protein hewani dalam kondisi aman. Tercatat daging sapi tersedia 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta ternak sapi sebanyak 1.010 ekor.

Untuk komoditas lainnya, stok telur ayam mencapai 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 48 ton, minyak goreng 625 ton, dan gula 437,4 ton. Ketersediaan ini dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Dalam rangka pengendalian inflasi, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan rutin harga dan pasokan pangan. Selain itu, dilakukan pengawasan LPG 3 kilogram, keamanan pangan, bazar murah, kampanye belanja bijak, hingga pengembangan urban farming.

Sekda Uus menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 5,21 persen menjadi indikator positif hasil kolaborasi antara Pemprov DKI, BUMD, dan para pemangku kepentingan. Stabilitas pangan disebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

"Dengan keterbukaan, kolaborasi, dan inovasi yang terus diperkuat, kami optimistis kebutuhan pangan masyarakat Jakarta menjelang Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sehingga inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.