Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Gaspol Gelar Gerakan Pangan Murah
Rabu, 11 Feb 2026, 17:15 WIBSurabaya - Pemerintah Kota Surabaya mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menekan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti di Surabaya, Rabu (11/2), mengatakan salah satu kegiatan GPM tersebut dilaksanakan di Kelurahan Asemrowo, Surabaya.
"Masyarakat Asemrowo dan sekitarnya memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, gula, hingga cabai dengan harga di bawah pasaran.," ujarnya.
Ia mengatakan mengatakan GPM menjadi langkah strategis Pemkot Surabaya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.
âGerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi serta penguatan ketahanan pangan di Kota Surabaya,â ujar Antiek.
Pemilihan Kecamatan Asemrowo sebagai lokasi pelaksanaan dilakukan karena wilayah tersebut sebelumnya belum pernah menjadi lokasi GPM.
"Tercatat, penjualan beras mencapai sekitar 200 zak, minyak goreng sebanyak 1.200 liter habis terjual, serta gula sekitar 240 kilogram ludes dibeli warga. Untuk komoditas daging, nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,5 juta,â ujarnya.
Dalam GPM tersebut, berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga lebih murah dibandingkan pasar. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp58 ribu per kantong, beras Yarice 5 kilogram Rp74.500, dan beras Kembang Desa 5 kilogram Rp73 ribu, gula pasir dijual mulai Rp16.500 per kilogram.
" Sementara itu, Minyak Moorah kemasan 700 mililiter dijual Rp14 ribu per botol, sedangkan MinyaKita dijual Rp15 ribu per liter," kata dia.
Kegiatan ini, kata dia, juga melibatkan Perusahaan Daerah (PD) Rumah Potong Hewan (RPH) yang menyediakan daging sapi segar dan produk olahan daging sapi.
Ia mengatakan pelaku usaha lokal dari Pasar Induk Surabaya Sidotopo (PISS) turut menyediakan bawang merah, bawang putih, serta cabai dalam kemasan praktis.
"Program Padat Karya Pemberdayaan Keluarga Miskin menyediakan telur ayam, sedangkan Kelompok Tani Guyub Sejahtera menghadirkan sayuran segar,â ujarnya.
Antiek menjelaskan, pada tahun 2026 Pemkot Surabaya berkomitmen memperluas dan mengintensifkan GPM serta pasar murah Dinkopumdag sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
" Dalam satu bulan, program tersebut direncanakan dapat menjangkau seluruh kecamatan dengan frekuensi hingga 18â20 kali pelaksanaan," ujarnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sekolah Garuda Sigi Dibangun di Atas Lahan 10 Hektare
-
Pengerukan Sungai Guring untuk Antisipasi Banjir oleh Pemkot Banjarmasin
-
Jakarta Light Festival 2026: Semarak Imlek dan Instalasi Cahaya di Bundaran HI
-
Delapan Terduga Penambang Emas Ilegal Diamankan Polres Pasaman Barat
-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Balita, Bumil, hingga Siswa SMA di Kalteng
-
Pemkot Surabaya Batasi Penjualan Minuman dan Makanan Kekinian Tinggi Garam dan Gula di Kantin Sekolah
-
32 Orang Tewas dalam Insiden Derek Ambruk Menimpa Kereta di Thailand
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.