Semeru Kembali Erupsi Tinggi Letusan Hampir 1 Km
Selasa, 10 Feb 2026, 00:00 WIBLUMAJANG - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan letusan setinggi 900 meter di atas puncak pada Senin (9/2) malam.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 9 Februari 2026, pukul 18.32 WIB," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto menurut keterangan yang diterima di Lumajang, Senin.
Dikutip dari Antara, aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 900 meter di atas puncak (4.576 meter di atas permukaan laut).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung," tuturnya.
Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, atau sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengimbau masyarakat untuk mematuhi rekomendasi PVMBG terkait jarak aman dari bencana erupsi Gunung Semeru.
"Kami sudah melakukan pemasangan CCTV dan sirine sebagai early warning sistem (EWS), sehingga masyarakat yang mendengar sirine tersebut bisa melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang aman saat bencana Semeru datang sewaktu-waktu," katanya.
- Erupsi Gunung Semeru
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Realisasi Okupansi Tiket Kereta Api pada Angkutan Lebaran
-
Di Tengah Tantangan Cuaca, Elnusa Tuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu North
-
Kapal Pesiar Terbakar Saat Menuju Singapura, ABK WNI Meninggal Dunia
-
Jajaran Kabinet Merah Putih Hadiri Rakornas 2026 di Sentul, dari Budiman Sudjatmiko hingga Raffi Ahmad
-
Libur Lebaran Aman, BPH Migas Pastikan BBM di Bopunjur Tetap Terkendali
-
Harga Emas di Pegadaian Kembali Alami Kenaikan, Emas UBS Sentuh Rp2,918 Juta/Gram
-
Gunung Semeru Masih Erupsi! Badan Geologi Ingatkan Warga dan Pendaki Waspadai Potensi Bahaya Susulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.