Presiden Prabowo Minta Hari Pers Nasional Jadi Momentum Konsolidasi

Selasa, 10 Feb 2026, 03:05 WIB

SERANG- Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada seluruh insan pers untuk menjadikan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sebagai momentum untuk membangun konsolidasi.

“Presiden berharap Hari Pers Nasional ini menjadi momentum konsolidasi menghadapi tantangan baru, menghadapi berbagai kesulitan-kesulitan baru sehingga semangat jurnalisme, semangat media yang sangat ditunggu perannya kepada masyarakat itu benar-benar bisa terwujud melalui konsolidasi,” kata Cak Imin, sapaan akrabnya, usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Senin.

Ket. Foto: Puncak Peringatan HPN 2026 l Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (tengah) memukul alat musik terbang gede didampingi Ketua MPR Ahmad Muzani, serta beberapa menteri pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/2). — Sumber: ANTARA/Angga Budhiyanto

Cak Imin menambahkan konsolidasi yang diharapkan Presiden bukan hanya konsolidasi internal insan pers, namun juga konsolidasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, insan pers, dan juga seluruh lapisan masyarakat.

Presiden juga mengucapkan selamat kepada seluruh insan pers yang merayakan HPN 2026.

“Presiden menyampaikan salam kepada seluruh insan pers, salam hormat diikuti selamat Hari Pers Nasional 2026,” ujarnya.

Sebelumnya, Muhaimin menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pers nasional. Pemerintah tidak akan membiarkan pers berjalan sendiri menghadapi disrupsi digital, termasuk tantangan model bisnis media dan keadilan ekonomi.

“Negara berkomitmen memastikan media massa tetap mendapatkan mata rantai ekonomi yang adil agar jurnalisme berkualitas bisa terus hidup sebagai suluh demokrasi,” ­ujarnya.

Muhaimin menilai kualitas media berpengaruh besar terhadap arah demokrasi di tengah arus informasi dan dominasi algoritma digital.

“Kualitas media dan pers menentukan arah demokrasi. Jurnalisme menjadi motor perubahan dan pembuka kejelasan informasi bagi publik,” ­ujarnya.

Ia juga menyampaikan dukungan terhadap penguatan kebijakan ekonomi media, termasuk advokasi hak penerbit (publisher rights), sebagaimana telah dilakukan di berbagai negara maju.

Cak Imin juga kembali mengajak seluruh insan pers, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi membangun ekosistem pers yang sehat, bermartabat, dan berkelanjutan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kepercayaan Publik

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan, momentum HPN perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kepercayaan publik, kolaborasi, dan optimisme nasional melalui praktik jurnalisme yang sehat dan profesional.

“Pemerintah Provinsi Banten berharap Hari Pers Nasional Tahun 2026 menjadi momentum penguatan kepercayaan, kolaborasi, dan optimisme nasional,” ujar dia di Serang, Senin (9/2).

Menurut dia, kualitas pers memiliki keterkaitan langsung dengan kekuatan ekonomi dan ketahanan bangsa. “Pers yang sehat akan mendukung ekonomi yang berdaulat, dan ekonomi yang berdaulat akan menguatkan bangsa,” katanya.

Ia menegaskan, Pemprov Banten memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Ia menyebut demokrasi yang sehat membutuhkan ekosistem pers yang kuat, didukung keterbukaan informasi, literasi publik, dan penguatan etika jurnalistik dalam komunikasi pemerintah.

Andra Soni juga menegaskan HPN 2026 menjadi momentum penguatan peran pers sebagai penjaga kebenaran dan kepentingan publik di tengah percepatan kecerdasan artifisial (AI) dan transformasi digital.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai konsisten mengawal kepentingan publik melalui kerja jurnalistik yang ­profesional.

Ketua PWI Pusat, Ahmad Munir, menambahkan, pers tidak hanya berfungsi sebagai industri informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab kebangsaan.

“Pers berjalan bersama sejarah perjuangan bangsa. Kritik pers kepada pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab agar pembangunan tetap berada di jalur yang benar,” katanya.

Bertanggung Jawab

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mewakili Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah menyampaikan harapan agar pers nasional terus berkembang menjadi pers yang maju, semakin profesional, dan bertanggung jawab dalam menjalankan perannya bagi bangsa dan negara pada peringatan HPN 2026.

“Kami mewakili Bapak Presiden dan pemerintah mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional dengan harapan dan doa supaya pers kita terus menjadi pers yang maju, bertanggung jawab, semakin profesional, dan bersama-sama mari kita menjadi pilar kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, ­Senin.

Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini bekerja keras menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat, baik terkait tugas-tugas pemerintahan, capaian, maupun berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Selain itu, Prasetyo juga mengingatkan agar insan pers terus memiliki tanggung jawab bersama untuk menghindarkan diri dari penyebaran hoaks, disinformasi, serta pemberitaan yang tidak bertanggung jawab karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dipusatkan di Serang, Banten, dengan mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Rangkaian acara HPN 2026 di Banten berlangsung sejak 6 hingga 9 Februari 2026, meliputi berbagai agenda mulai dari Pentas Budaya dan Pameran UMKM, bakti sosial, hingga Jalan Sehat yang melibatkan masyarakat luas. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.