Penanaman Mangrove di Kampung Sungai Tiram, Provinsi Kepulauan Riau
Minggu, 08 Feb 2026, 22:33 WIBTanjungpinang - Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sei Jang Duriangkang menggelar penanaman mangrove di Kampung Sungai Tiram, Desa Penaga, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Ketua Umum KJK Ady Indra Pewennari mengatakan penanaman mangrove ini dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat dan lingkungan.
"Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk turut menjaga keberlanjutan alam dan kehidupan," kata Ady usai penanaman mangrove di Bintan, Minggu.
Menurutnya mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami dari abrasi dan dampak perubahan iklim.
Selain itu, mangrove jadi penopang kehidupan pesisir karena kemampuannya menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida secara efektif, bahkan mampu menyimpan karbon jauh lebih tinggi dibandingkan hutan tropis.
Ady mengungkapkan kegiatan penanaman mangrove di Bintan dimulai sejak tahun 2010 dan terus berlanjut hingga saat ini bersama masyarakat setempat serta para pecinta mangrove dari Jepang.
"Kalau dihitung secara luasan, kurang lebih sudah 100 hektare dengan sekitar 500 ribu batang mangrove jenis bakau yang telah kami tanam di kawasan ini," ungkapnya.
Tingginya tingkat keberhasilan penanaman mangrove di Sungai Tiram, lanjut Ady, membuat kawasan ini sering dijadikan lokasi studi banding oleh berbagai pihak dari sejumlah daerah provinsi di Indonesia.
Pihaknya menggunakan bibit setempat dan tidak asal menanam. Mangrove yang ditanam dirawat dan dijaga hingga bisa tumbuh mandiri, namun tetap membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.
"Ahamdulillah, semua terasa ringan karena dikerjakan dengan penuh cinta dan didukung banyak pihak, termasuk teman-teman pecinta mangrove dari Jepang," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPDAD Sei Jang Duriangkang Haris Sofyan Hendriyanto mengapresiasi KJK atas konsistensinya dalam kegiatan penanaman mangrove.
Ia menegaskan hutan mangrove merupakan benteng terakhir dalam perlindungan dari abrasi dan berbagai bencana pesisir lainnya.
Menurutnya luas hutan mangrove di Provinsi Kepri sekitar 66,9 ribu hektare. Terdiri dari kategori lebat seluas 61 ribu hektare, kategori sedang 3 ribu hektare, dan kategori jarang 2 ribu hektare. Untuk kategori jarang ini yang perlu kita rehabilitasi
"Kami berharap kegiatan penanaman mangrove ini dapat terus berkelanjutan," ujar Haris.
Pencinta Mangrove dari Jepang Naoto Akune menambahkan hutan mangrove ini bisa menciptakan udara yang bersih dan baik untuk kesehatan. Pihaknya sangat mendukung program tanam mangrove di Indonesia, termasuk di Bintan.
Ia berharap tak hanya dalam skala kecil, namun penanaman mangrove bisa dilakukan dalam skala yang besar dan berkesinambungan.
"Tanam mangrove sekarang, dampak positifnya bisa dirasakan anak cucu kita di masa-masa mendatang," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Real Madrid Tetapkan Tiga Syarat Utama untuk Klub yang Ingin Pinjam Endrick
-
FBI Gagalkan Rencana Serangan Teroris pada Halloween di Michigan
-
Presiden Prabowo Minta Hari Pers Nasional Jadi Momentum Konsolidasi
-
Pemkab Karawang: Sejumlah Kopdes Merah Putih Buka Usaha Distribusi LPG
-
Dirut Pertamina Patra Niaga Bersama Dirjen Migas, Tinjau Langsung SPBU di Jawa Timur
-
PIHPS Nasional: Harga Bawang Merah Rp46.900/Kg, Cabai Rawit Rp83.850/Kg
-
Media Diminta Jaga Etika
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.