Perez Tegaskan Cadillac Tak Datang ke F1 untuk Jadi Juru Kunci
Selasa, 10 Feb 2026, 07:31 WIBLONDON - Pembalap Formula 1 asal Meksiko, Sergio Perez, menegaskan tim pendatang baru Cadillac akan sangat kecewa jika harus mengakhiri musim debut di posisi terakhir klasemen konstruktor. Meski realistis soal target, Perez menilai ambisi dan investasi besar yang telah digelontorkan membuat Cadillac tak pantas sekadar menjadi penggembira.
Cadillac, yang didukung General Motors, akan melakoni balapan perdana mereka di Formula 1 di Grand Prix Australia, 8 Maret mendatang. Tim ke-11 di grid tersebut akan menggunakan mesin Ferrari dan telah merekrut banyak personel berpengalaman dari tim-tim rival.
âKami jelas tidak datang dengan pola pikir akan finis terakhir,â kata Perez (36) kepada Reuters, menjelang peluncuran livery Cadillac untuk musim 2026 yang dipromosikan lewat iklan pada ajang Super Bowl antara New England Patriots dan Seattle Seahawks di Santa Clara, California.
âDengan tingkat investasi sebesar ini, tentu tidak. Kami akan sangat kecewa jika finis terakhir. Kami tahu tidak akan memenangkan kejuaraan, tapi kami ingin membuat kemajuan besar dan mengalahkan beberapa tim,â lanjutnya.
Perez akan berduet dengan pembalap Finlandia berpengalaman, Valtteri Bottas. Keduanya sama-sama peraih kemenangan balapan di F1 dan diyakini membawa bekal penting bagi proyek besar Cadillac. Perez sendiri kembali ke lintasan setelah sempat absen satu musim usai berpisah dengan Red Bull pada akhir 2024.
Ia menyebut bergabung dengan Cadillac seperti âmengumpulkan kembali band lamaâ. Insinyur balapnya nanti adalah Carlo Pasetti, sosok asal Italia yang pernah bekerja sama dengannya di Racing Point, yang kini dikenal sebagai Aston Martin.
âTim ini merekrut orang-orang dari hampir semua tim yang pernah saya bela,â ujar Perez, yang memulai karier F1 bersama Sauber dan juga pernah membela Force India, McLaren, Racing Point, serta Red Bull.
âSaya yakin struktur dan orang-orang di tim ini punya kapasitas untuk melangkah sangat jauh. Cadillac bisa menjadi tim yang sangat penting bagi masa depan Formula 1.â
Bottas pun sependapat. Ia menyebut proyek Cadillac sebagai langkah besar dan menilai iklan Super Bowl sebagai pernyataan ambisi yang jelas, mengingat ajang tersebut diperkirakan ditonton lebih dari 120 juta pemirsa melalui televisi dan platform streaming di Amerika Serikat.
âItu kurang lebih sesuai dengan yang saya bayangkan,â kata Bottas mengenai rencana peluncuran tersebut. âSejak awal saya tahu tim ini benar-benar all in. Mereka ingin menjangkau penggemar baru dan dari atas selalu ditegaskan bahwa semuanya dilakukan secara besar-besaran.â
âDan itu keren. Iklan Super Bowl akan menjangkau sangat banyak orang, dan itu hal yang bagus,â tambahnya.
Namun Bottas juga realistis. Menurutnya, performa di lintasan membutuhkan waktu untuk menyamai ambisi besar tim. Ia berusaha memetik pelajaran terbaik dari pengalamannya bersama Williams, Mercedes, dan Sauber.
âSaya siap jika awalnya akan terasa berat,â ujar Bottas. âSaya tentu ingin memulai dengan baik, tapi kalau tidak, itulah kenyataannya. Yang terpenting bukan dari mana kami memulai, tapi di mana kami berakhir bersama. Itu yang menjadi motivasi.â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Program Pilah Sampah di Rorotan Berhasil Kurangi hingga 6 Ton Sampah
-
Perbaikan Atap di Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Telah Selesai
-
Keberangkatan PPIH di Bandara Soetta
-
Van Dijk Minta Maaf Usai Liverpool Dibantai Manchester City
-
PBB akan Melakukan Pemungutan Suara Soal Resolusi Selat Hormuz
-
Lestari Moerdijat: Peningkatkan Literasi Anak Bangsa Harus Konsisten
-
Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.