- Home
-
- Luar Negeri
-
- PBB akan Melakukan Pemungu...
PBB akan Melakukan Pemungutan Suara Soal Resolusi Selat Hormuz
Rabu, 08 Apr 2026, 00:00 WIBNew York City â Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada Selasa (7/4), terkait resolusi yang telah diperlunak mengenai ancaman Iran terhadap Selat Hormuz, setelah draf sebelumnya yang lebih tegas menghadapi potensi veto dari anggota tetap.
Menurut sumber diplomatik yang dikutip AFP, resolusi tersebut disusun menyusul blokade efektif yang diberlakukan Iran di jalur perairan vital tersebut sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari. Kondisi ini memicu dampak luas terhadap perekonomian global.
Sebelumnya, Bahrain bersama negara-negara Teluk pengekspor minyak mengusulkan resolusi yang memberikan mandat jelas bagi negara lain untuk menggunakan kekuatan guna membuka jalur pelayaran. Namun, keberatan dari sejumlah negara pemegang hak veto membuat isi resolusi tersebut secara bertahap diperlunak.
Pemungutan suara yang semula dijadwalkan pada akhir pekan lalu pun beberapa kali ditunda. Dalam draf terbaru yang dilihat AFP pada Senin (6/4), Dewan Keamanan tetap menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal komersial serta menghentikan âsegala upaya untuk menghalangi lalu lintas transit atau kebebasan navigasi di Selat Hormuzâ.
Alih-alih mengizinkan penggunaan kekuatan secara tegas, resolusi tersebut kini âsangat mendorong Negara-negara... untuk mengoordinasikan upaya, yang bersifat defensif, sesuai dengan keadaan, untuk berkontribusi dalam memastikan keselamatan dan keamanan navigasi, termasuk melalui pengawalan kapal dagang dan kapal komersialâ.
Dokumen itu juga mendorong koordinasi internasional guna mencegah penutupan atau gangguan terhadap jalur pelayaran global, serta menyatakan âkesiapan Dewan untuk mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjutâ terhadap pihak yang mengganggu kebebasan navigasi.
Pemungutan suara dijadwalkan pukul 11.00 waktu setempat, hanya beberapa jam sebelum tenggat yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk mencapai kesepakatan atau menghadapi serangan terhadap infrastruktur strategis.
Serangan Infrastruktur
Di sisi lain, PBB juga menyampaikan kekhawatiran atas ancaman serangan terhadap infrastruktur sipil. Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional.
âKami terkejut dengan retorika dalam media sosial tersebut yang mengancam serangan AS ke pembangkit listrik, jembatan, dan infrastruktur sipil lain jika Iran tak menyetujui kesepakatan apapun,â kata Dujarric.
âSerangan apapun terhadap infrastruktur sipil adalah pelanggaran hukum internasional yang jelas,â tambahnya.
Menurut Dujarric, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menegaskan bahwa fasilitas sipil, khususnya sektor energi, tidak boleh menjadi target serangan dalam kondisi apa pun.
Ia juga mengingatkan bahwa hukum humaniter internasional melarang serangan yang berpotensi menimbulkan korban sipil besar, meskipun fasilitas tersebut dianggap memiliki nilai strategis.
âSekali lagi, Sekjen PBB menegaskan saat ini adalah waktunya semua pihak mengakhiri konflik karena tidak ada pilihan lain di luar penyelesaian konflik internasional secara damai,â ujar Dujarric.
Sebelumnya, pada 30 Maret, Presiden Trump menyatakan akan âmeledakkan dan menghancurkan sepenuhnyaâ sejumlah infrastruktur penting Iran jika kesepakatan tidak tercapai dan Selat Hormuz tetap ditutup. Ancaman serupa kembali disampaikan pada 5 April.
Merespons ancaman Trump tersebut, pemerintah Inggris menyatakan tidak akan mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan ke infrastruktur sipil di Iran, menurut harian The i Paper, Senin.
Situasi ini menegaskan meningkatnya ketegangan global yang tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem perdagangan dan energi dunia.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Antara, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Menlu Marco Rubio Tegaskan Perang AS-Iran Telah Berakhir
-
PDIP: Gugurnya 8 Prajurit TNI di Lebanon Momentum PBB untuk Bersikap Lebih Tegas
-
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
-
Potensi Terjadi Hujan Deras di Jakarta Saat Idul Fitri
-
Trump Mengaku Bicara dengan Hezbollah dan Netanyahu, Konflik Lebanon Memasuki Babak Baru
-
Alarm Pangan Berbunyi! Perpres Penyelamatan Segera Diterbitkan
-
PAPPSI Diharapkan Menjadi Motor Penggerak Pembangunan Tabagsel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.