Pengalihan Aliran Sungai yang Bisa Mengancam Rumah Pascabencana Hidrometeorologi
Senin, 09 Feb 2026, 22:33 WIBPariaman - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) melalui dinas terkait bersama warga Desa Rambai, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman bergotong royong mengalihkan arus sungai Batang Mangor yang berpindah sehingga mengancam sejumlah rumah akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir 2025.
"Akibat bencana membuat arus sungai yang awalnya lurus menjadi berkelok sehingga mengancam ladang atau kebun milik warga," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Pariaman, Riko Jamal di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan karena kondisi tersebut warga mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman untuk segera mengatasinya karena mereka takut sungai akan terus menggerus ladang sehingga berdampak pada rumah warga.
Pemkot Pariaman, lanjutnya kemudian menyurati Pemprov Sumbar guna meminta bantuan karena pihaknya tidak memiliki sarana untuk menangani hal tersebut.
"Pariaman tidak memiliki alatnya, karena itu kami meminta bantuan pemerintah provinsi," ujarnya.
Ia menyampaikan setidaknya Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Pemprov Sumbar mengalihkan arus air yang panjangnya sekitar 100 meter semenjak pertengahan Januari. Kegiatan tersebut, lanjutnya dibantu oleh warga setempat.
"Pengerjaannya selama tiga minggu, sekarang sudah selesai," kata dia.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Rambai, Hendri Saputra mengatakan kondisi arus sungai yang berpindah tersebut sudah lama terjadi namun diperparah akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Sawah dan ladang warga sudah banyak terdampak akibat arus sungai yang beralih tersebut. Warga semakin resah karena beberapa meter lagi rumah warga akan terdampak," ujarnya.
Ia menyampaikan dalam pemindahan arus sungai tersebut ke lokasi semula warga tidak mau membiarkan pemerintah bekerja sendiri sehingga melakukan aksi gotong royong.
Warga Rambai dan Desa Pungguang Ladiang membantu pengerjaan dengan mengisikan pasir ke dalam karung lebih dari dua ribu lembar. Karung-karung tersebut berasal dari BPBD Pariaman serta sumbangan dari masyarakat dan perantau.
Warga dan perantau, lanjutnya juga menyumbangkan uang untuk konsumsi peserta gotong royong. Warga juga menyumbangkan pohon kelapa untuk pagar guna memperkuat penahan air agar tidak kembali ke jalur yang dapat membahayakan rumah warga.
"Informasinya dalam waktu dekat juga akan dipasang batu bronjong oleh Nindya Karya," tambahnya.
- bencana hidrometeorologi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
RPH Jual Ayam di Atas Harga Acuan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan Langsung Turun Tangan
-
Cuaca Ekstrem di Cianjur Akibatkan 16 Rumah Rusak
-
Kejar Jalan Bebas Lubang, Perbaikan Pantura Dikebut Demi Kelancaran Arus Mudik
-
Dua Bencana Mengintai Indonesia Sekaligus, BNPB Rilis Warning Keras Kesiapsiagaan di Wilayah Ini
-
Kemenag Lebak: Persiapan Calon Haji Hampir Rampung, Dokumen Jadi Tahap Akhir
-
Terkait Bencana Sumatra, Perhapi Berharap Keputusan Pemerintah didasari Kajian Ilmiah dan Proporsional
-
Penyaluran Bantuan untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.