Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Longsor Jalur Rinjani Lombok Timur

📅 Senin, 09 Feb 2026, 15:31 WIB | Oleh:
Dua Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Longsor Jalur Rinjani Lombok Timur Doc: ANTARA/Pemprov NTB
Ket. Petugas membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan akses ke wisata Pusuk-Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (8/2) malam.

Lombok Timur -- Dua unit alat berat dan mobil pemadam kebakaran dikerahkan membersihkan material tanah longsor yang menutupi jalan wisata Pusuk Sembalun di bawah Kaki Gunung Rinjani Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada Minggu.

Pembersihan material longsor ini melibatkan petugas dari BPBD NTB, BPBD Kabupaten Lombok Timur dan Balai Jalan Nasional (BJN), TNI/Polri, termasuk petugas kecamatan, aparat desa dan masyarakat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin, memastikan koordinasi lintas sektor dilakukan sejak awal kejadian agar pembukaan akses jalan dapat segera dipulihkan.

"Hingga kini tim gabungan masih bekerja membersihkan material longsoran dan ditargetkan berlangsung hingga malam hari ini," ujarnya.
Menurutnya, pembersihan jalur Pusuk Sembalun juga dipantau langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang turun ke lokasi untuk memberikan arahan kepada petugas lapangan.

Gubernur Iqbal, kata Sadimin, meminta BPBD NTB bersama Balai Jalan Nasional menyusun rencana jangka menengah guna mengurangi risiko longsor berulang, khususnya melalui penguatan tebing di sejumlah titik rawan di jalur Pusuk-Sembalun.

"Ke depan perlu diusulkan penguatan tebing pada beberapa titik yang kondisinya kurang stabil, baik dengan konstruksi bronjong maupun tembok penahan, disesuaikan dengan struktur tanah setempat," ujar Iqbal.Diketahui, akibat tanah longsor yang terjadi pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 Wita tersebut,  menyebabkan arus lalu lintas dari dan menuju kawasan itu tidak bisa dilalui kendaraan lantaran material tanah longsor dengan ketebalan sekitar 0,5 hingga 1,5 meter menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter.

BPBD NTB sudah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat wilayah NTB saat ini memasuki musim hujan, bahkan sebagian daerah berada pada periode puncak. Potensi hujan berintensitas tinggi dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Diharapkan melalui sinergi cepat BJN, BPBD, Damkar, serta TNI-Polri, pemerintah daerah menargetkan akses Pusuk-Sembalun segera kembali normal malam ini demi kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.