Jusuf Kalla Ajak Warga Ikut Aktif Gerakan Jaga Jakarta Bersih

Minggu, 08 Feb 2026, 15:42 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk ikut bertanggung jawab dalam mencegah banjir dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Ket. Foto: Ketua Umum PMI Jusuf Kalla meninjau kerja bakti massal bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertajuk "Jaga Jakarta Bersih" di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026). — Sumber: PMI

“Kalau banjir, rakyat yang paling rugi. Warung tutup, usaha kecil berhenti, lalu lintas macet berjam-jam, bahan bakar terbuang. Semua itu kerugian masyarakat,” ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Minggu (8/2).

Ajakan tersebut disampaikan Jusuf Kalla usai meninjau kerja bakti massal bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertajuk "Jaga Jakarta Bersih" di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur.

Menurutnya, banjir bukan hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak toko dan warung kecil terpaksa tutup, sementara kemacetan panjang menyebabkan pemborosan bahan bakar dan kerugian waktu bagi pengguna jalan.

Ia menekankan pencegahan banjir bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama. Setiap pemilik rumah, terutama yang memiliki lahan luas, diminta memastikan lingkungan sekitarnya bersih dan saluran air berfungsi dengan baik.

“Kota ini adalah kota kita bersama. Gubernur hanya memimpin, tapi yang bertanggung jawab menjaga kebersihan adalah kita semua,” kata Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bantuan diserahkan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berupa 5.000 cangkul, 5.000 sekop, 1.000 gerobak dorong, dan 3.000 karung sampah.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan kerja bakti massal dan memperkuat upaya pembersihan lingkungan, khususnya di wilayah rawan banjir.

Jusuf Kalla juga mengajak masyarakat untuk tidak saling menyalahkan apabila terjadi banjir, melainkan melakukan perubahan perilaku dengan tidak membuang sampah sembarangan dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

“Kita harus berubah. Lihat apa yang terjadi, sampah menumpuk di mana-mana. Kalau kita bersih bersama-sama, kota ini juga akan bersih,” kata dia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.