BMKG Prakirakan Sebagian Besar Kota di Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Ringan–Sedang
Minggu, 08 Feb 2026, 09:51 WIBJAKARTA â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Minggu (08/2).
Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatera, kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang yakni Medan, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bengkulu.
Sementara Pekanbaru, Jambi, dan Bandar Lampung berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat. Adapun Aceh, dan Padang berawan.
âUntuk di Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang berpotensi merata terjadi di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara Surabaya berpotensi hujan lebat,â ujar Prakirawan BMKG Wahyu Anisa dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.
Sementara di Pulau Kalimantan, kota Palangkaraya dan Tanjung Selor berpotensi hujan ringan. Samarinda dan Banjarmasin berpotensi hujan lebat disertai kilat. Adapun Pontianak berawan tebal.
âSementara Bali dan Kupang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Mataram diselimuti awan,â ujarnya.
Untuk di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate berpotensi hujan ringan hingga sedang. Mamuju hujan lebat disertai kilat, adapun Palu cuaca kabur.
Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.
BMKG menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor guna menekan risiko bencana hidrometeorologi di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani mengatakan laporan State of the Global Climate 2024 dari World Meteorological Organization (WMO) mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah, dengan anomali suhu global telah melampaui ambang batas 1,5°C dibandingkan periode praindustri.
âData observasi menunjukkan tren kenaikan suhu yang konsisten, baik secara global maupun regional di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi,â ujar Andri.
Sejalan dengan hal tersebut, data BMKG dalam kurun waktu 16 tahun terakhir (2010â2025) menunjukkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang terus meningkat, seiring dengan tren kenaikan suhu dan perubahan iklim. Wilayah dengan tingkat kejadian tertinggi tercatat di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, serta sejumlah wilayah lain di Sumatera.
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Seluruh DKI Jakarta Berawan pada Selasa Siang hingga Sore
-
Akibat Gas Nyangkut, Kapal Tabrak Permukiman di Banda
-
Cuaca Hari Ini, Hujan Petir Berpeluang Melanda Tanjungpinang Kepri dan Banjarmasin Kalsel
-
Google Kerja Sama AI dengan Pentagon, Ratusan Karyawan Menentang
-
BMKG Imbau Warga Banten Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem pada 3–8 Mei
-
TNI AD Pastikan Jembatan Armco di Bener Meriah Aceh Layak Digunakan Warga
-
BMKG Prakirakan Cuaca Sejumlah Wilayah di Indonesia Berawan hingga Hujan Ringan pada Kamis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.