- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perjanjian Nuklir AS dan R...
Perjanjian Nuklir AS dan Russia Berakhir, Dunia Memasuki Masa Kelam
Jumat, 06 Feb 2026, 01:05 WIBNEW YORK - Perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Russia berakhir pada Kamis (5/2) malam. Berakhirnya perjanjian itu disebut oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai âmasa kelamâ bagi perdamaian dan keamanan internasional.
Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis Lebih Lanjut (New START) tidak berlaku lagi mulai 5 Februari dan menandai berakhirnya pembatasan terhadap kedua negara nuklir terbesar itu selama 15 tahun.
âBerakhirnya Traktat New START tengah malam ini merupakan masa yang kelam bagi perdamaian dan keamanan internasional,â kata Guterres dalam pernyataannya pada Rabu (4/2).
âKita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Russia dan Amerika Serikat (AS).
Menurut Guterres, pengendalian senjata nuklir kedua negara telah menjaga stabilitas yang mencegah bencana nuklir dan mengurangi risiko salah perhitungan yang fatal.
Dari Perundingan Pembatasan Senjata Strategis (SALT) hingga New START, perjanjian bilateral kedua negara telah memangkas ribuan senjata nuklir dan memperkuat keamanan global.
âPembubaran capaian selama puluhan tahun ini tidak bisa terjadi pada waktu yang lebih buruk,â ujarnya, seraya menegaskan bahwa ârisiko penggunaan senjata nuklir saat ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa dekade.â
Ia memperingatkan tidak adanya batasan strategis yang terverifikasi akan memicu kekhawatiran tentang keamanan global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan pesatnya perkembangan teknologi.
Meski demikian, Guterres menilai situasi tersebut juga bisa menjadi peluang untuk menyetel ulang upaya pengendalian senjata global.
âDunia kini menantikan Federasi Russia dan Amerika Serikat untuk melaksanakan apa yang mereka ucapkan,â katanya, seraya mendesak kedua negara untuk kembali ke meja perundingan.
Ia menyerukan adanya kesepakatan pengganti yang "memulihkan batasan yang bisa diverifikasi, mengurangi risiko, dan memperkuat keamanan kolektif."
New START ditandatangani oleh AS dan Rusia pada 8 April 2010 di Praha dan berlaku sejak 5 Februari 2011. Perjanjian itu menggantikan START I yang berakhir pada 2009 dan Strategic Offensive Reductions Treaty (SORT) 2002, menurut Arms Control Association yang berbasis di Amerika Serikat.
Russia menyatakan bahwa mulai 4 Februari, para pihak dalam Perjanjian Pengurangan dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis Lebih Lanjut (New START) tidak lagi terikat oleh kewajiban dan deklarasi simetris, serta bebas menentukan langkah selanjutnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia pada Rabu (4/2) mengatakan pihaknya telah berupaya memperpanjang perjanjian itu, yang inisiatif terakhirnya diajukan pada 22 September.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Liga Champions: Juventus Cari Kemenangan Perdana, Sporting Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
-
Polda Papua Barat Daya Sasar Tujuh Pelanggaran Prioritas di Operasi Zebra Dofior 2025
-
AS-Iran Lanjutkan Putaran Kedua Perundingan Nuklir di Roma
-
Kehadiran Trump di Malaysia untuk KTT Asean Disambut Anwar Ibrahim
-
Temanggung Masuk Tahap Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat
-
PHE dan Petronas Sepakati FOA Kontrak Bagi Hasil Blok Bobara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.