Pemkot Surabaya Akan Terapkan Parkir Tepi Jalan Akhir Bulan Ini
Jumat, 06 Feb 2026, 07:28 WIBSURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menargetkan penerapan parkir Tepi Jalan Umum (TJU) tuntas diterapkan di seluruh kota setempat pada akhir Februari 2026 supaya bisa mencegah kebocoran.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Kamis (5/2), mengatakan parkir nontunai di tepi jalan umum sebagai upaya mewujudkan layanan parkir yang lebih praktis, tertib, dan transparan.
"Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi tata kelola parkir yang disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi warga Kota Surabaya," ucapnya.
Ia mengemukakan penerapan parkir digital merupakan komitmen yang akan terus dijalankan oleh Pemkot Surabaya. Menurutnya, sistem parkir nontunai ini sejalan dengan keinginan masyarakat Surabaya yang menghendaki pelayanan publik yang lebih jujur dan modern.
"Parkir digital atau parkir nontunai harus tetap jalan di Kota Surabaya," ucapnya.
Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga penerapan kebijakan tersebut agar berjalan dengan baik, tanpa menimbulkan prasangka negatif antara juru parkir (jukir), pengendara, maupun pemerintah kota.
Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan dan kejujuran sebagai dasar perubahan sistem parkir di Surabaya.
"Maka saya minta tolong warga Surabaya agar terus menjaga keinginan njenengan (anda) ini, agar tidak ada siwak prasangka antara juru parkir dan pengendara. Tidak ada siwak prasangka antara pemerintah kota dengan yang lainnya. Maka ini akan terus dilakukan," tuturnya.
Ia menegaskan Pemkot Surabaya akan bertindak tegas terhadap praktik parkir liar. Penertiban jukir liar akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama lintas instansi, termasuk Satgas Anti-Premanisme, kepolisian, dan TNI.
"Kami tetap akan melakukan tindakan kepada jukir liar. Kami akan terus berputar (patroli) bekerja sama dengan Satgas Anti-Premanisme, dengan kepolisian, dengan Kodim, dengan siapapun," tutur Eri Cahyadi.
Sementara bagi jukir yang tidak memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) dan tidak mengenakan atribut resmi seperti rompi akan dievaluasi dan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
"Kita akan melakukan terus kegiatan untuk menjaga Surabaya dari jukir liar yang tidak memiliki KTA, tidak memiliki rompi. Pasti kita akan lakukan evaluasi dan kita tangkap jukir liarnya," jelasnya.
Maka dari itu ia berpesan kepada jukir resmi agar selalu menggunakan atribut yang telah diberikan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya guna menghindari kesalahpahaman di lapangan.
"Saya berharap untuk yang jukir resmi menggunakan rompi yang sudah diberikan, juga menggunakan tanda pengenal yang dipakai. Harus dipakai, agar apa? Agar tidak ada yang salah (prasangka)," pesannya.
Eri menekankan perubahan harus dimulai dari kejujuran semua pihak agar Kota Surabaya dapat menjadi lebih baik ke depan. "Sehingga kita mulai dari kejujuran kita. Kalau sudah dimulai jujur, Insya Allah Surabaya berubah," imbuhnya.
- Pemkot Surabaya
- Terapkan
- Parkir Tepi Jalan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Perkuat Mobilitas dan Distribusi Logistik Surabaya-Gresik-Sidoarjo, Pelebaran 950 Meter Jalan Wiyung-Menganti Dipercepat untuk Rampung 2026
-
Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda, Kapolda Banten Pastikan Temuan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
-
Menuju Mandalika 2026, Pertamina Gandeng Ojol & Komunitas Motor Nobar MotoGP Misano
-
Saluran Tertimbun Hampir 20 Tahun, Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli di Belakang Pasar Bratang
-
Integritas Tata Kelola Pemkab Bekasi Diperkuat Bersama KPK
-
Pemkot Surabaya Tertibkan Pengelolaan Sampah Ilegal di 7 Tanah Aset
-
Sekjen PBB Serukan Para Pemimpin Dunia Berinvestasi pada Perdamaian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.