Pemkot Banjarmasin Keruk Sungai Jafri Zam Zam untuk Atasi Banjir
Jumat, 06 Feb 2026, 07:43 WIBBANJARMASIN - Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengeruk Sungai Jafri Zam Zam, Pulau Insan, dalam program normalisasi sungai untuk mitigasi dan penanganan banjir.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Kamis (5/2), menyatakan pentingnya dilakukan normalisasi sungai di wilayah Banjarmasin Barat tersebut, karena sudah sangat dangkal dan menyempit hingga mudah meluap saat terjadi air pasang dan intensitas hujan tinggi.
"Pengerukan dan pembersihan sungai ini harus dilakukan secepatnya agar bisa menangani banjir yang mulai sering terjadi di wilayah tersebut," ujarnya.
Yamin mengakui upaya normalisasi Sungsi Jafri Zam Zam memiliki tantangan  karena banyaknya rumah warga yang berdiri di bantaran sungai tersebut.
Dia menegaskan penataan kawasan Sungai Zafri Zam Zam maupun juga sungai lainnya perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Penataan kawasan sungai harus kita lakukan bersama-sama. Bangunan yang berada di badan sungai dan sempadan perlu ditertibkan melalui sosialisasi yang jelas agar masyarakat memahami tujuan dan manfaatnya," ujar Yamin.
Menurut dia, keberadaan bangunan permanen di alur sungai tidak hanya melanggar tata ruang, tetapi juga menghambat fungsi sungai sebagai sistem drainase alami kota.
"Jika kondisi ini dibiarkan, aliran air akan terus terganggu dan berpotensi menimbulkan banjir. Pemerintah berkewajiban mengembalikan fungsi sungai demi kepentingan masyarakat luas," katanya.
Yamin menekankan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas utama dalam proses penataan, agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan gejolak sosial.
Dalam proses pengerukan Sungai Jafri Zam Zam, petugas menemukan sisa-sisa bangunan lama berupa paku bumi yang tertimbun sedimen. Temuan tersebut, menurut Yamin, justru dapat dimanfaatkan kembali.
"Material yang masih layak akan kita gunakan untuk mendukung pembangunan siring di kawasan ini. Selain lebih efisien, langkah ini juga memastikan pengerukan memberi manfaat jangka panjang," ucapnya.
Yamin menekankan pentingnya percepatan pembebasan lahan di sejumlah titik agar pengerukan berjalan efektif dan tidak terhambat.
Dia meminta jajaran terkait segera menyelesaikan proses administrasi sesuai ketentuan. Dengan dukungan teknis Dinas PUPR sebagai kekuatan utama, kata dia, pemerintah melihat peluang besar untuk menata sungai secara terpadu.
Meski demikian tantangan sosial dan kepadatan permukiman di bantaran sungai menjadi perhatian serius, mengingat ancaman banjir akan terus muncul jika penataan tidak dilakukan secara konsisten.
âIni bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi upaya membangun kesadaran bersama bahwa sungai adalah aset kota yang harus dijaga. Jika sungai tertata, lingkungan lebih aman, dan kualitas hidup masyarakat akan meningkat," kata Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin.
- Pemkot Banjarmasin
- keruk sungai
- Atasi Banjir
- Sungai Jafri Zam Zam
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Mau Mudik Kini ada Alternatif Bisa Lewat Pansela atau Pantura
-
Lawan Sisa Banjir, Pemkab Bekasi Gas Pol Normalisasi Irigasi: Petani Karangsegar Akhirnya Bisa Bernapas Lega?
-
Banjir menerjang delapan kecamatan di Jember
-
Atlanta Hawks Unggul atas Memphis Grizzlies dengan Skor Telak 146-107
-
Pengerahan Ekskavator dalam Normalisasi Drainase untuk Atasi Banjir
-
Banjir sebabkan kemacetan di Kendari
-
Transformasi Energi KAI: Kapasitas PLTS Tembus 4.450 kWp, Dari Gambir Hingga Tanjungkarang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.