Tim Bulu Tangkis Matangkan Teknik dan Fisik

Rabu, 22 Apr 2026, 06:38 WIB

JAKARTA - Hitungan hari menuju laga pembuka Piala Thomas dan Uber 2026 dimanfaatkan tim bulu tangkis Indonesia dengan menggenjot intensitas latihan di Horsens, Denmark. Waktu persiapan yang terbatas memaksa pelatih langsung menaikkan tempo demi memastikan kesiapan teknis, fisik, dan mental para pemain sebelum turnamen beregu paling prestisius itu dimulai.

Tim Merah Putih telah berada di Horsens sejak beberapa hari terakhir untuk memaksimalkan adaptasi. Program latihan pun tidak lagi bertahap, melainkan langsung diarahkan pada peningkatan intensitas. Pelatih tunggal putri Indonesia, Imam Tohari, menegaskan bahwa situasi waktu yang singkat menuntut respons cepat dari tim pelatih.

Ket. Foto: Tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah saat menjalani latihan jelang Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, Minggu (19/4). — Sumber: ANTARA/HO-PBSI

“Kami tidak punya banyak waktu, jadi intensitas latihan langsung dinaikkan. Tidak menunggu lagi,” ujar Imam.

Dia menambahkan, fokus utama latihan saat ini adalah pematangan teknik dan akurasi pukulan, disertai penjagaan kondisi fisik agar tetap optimal hingga pertandingan dimulai. Pendekatan ini dinilai krusial mengingat ketatnya persaingan di Piala Thomas dan Uber.

Selain aspek teknis, tim Indonesia juga memberi perhatian besar pada kekompakan. Sesi latihan awal dimanfaatkan untuk membangun chemistry antarpemain, termasuk melalui game ringan sebagai bagian dari ice breaking. Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyebut latihan perdana di Horsens menjadi momen penting untuk penyesuaian kondisi sekaligus mempererat tim. “Setelah perjalanan panjang, kami langsung latihan dan menyesuaikan kondisi. Ada juga game untuk ice breaking, itu membantu menambah kekompakan,” ujar Febriana.

Manajer tim, Shendy Puspa Irawati, menilai keputusan berangkat lebih awal memberi keuntungan tersendiri. Selain meminimalkan gangguan, langkah ini juga membuat persiapan lebih terarah dan soliditas tim semakin terbentuk.

“Dengan datang lebih awal, kami bisa fokus penuh pada persiapan dan membangun kekompakan tim,” kata Shendy.

Untuk menunjang kesiapan, PBSI menyusun program latihan komprehensif. Tim memanfaatkan enam lapangan di Horsens Badminton Club pada tanggal 18-21 April sebelum menjajal arena pertandingan di Forum Horsens pada tanggal 22–23 April. Selain itu, sesi psikolog dan team building turut dimasukkan guna memperkuat mental bertanding. Fasilitas akomodasi yang dilengkapi gym juga dimaksimalkan untuk menjaga kebugaran pemain.

Di tengah persiapan tersebut, perhatian juga tertuju pada tunggal putra muda, Moh Zaki Ubaidillah. Pemain yang akan mengisi posisi tunggal ketiga ini terus mematangkan adaptasi dan performa menjelang debutnya di Piala Thomas. “Penyesuaian sudah cukup baik. Semoga ke depan bisa lebih meningkat lagi,” ujar Ubaidillah. Bagi pemain muda yang akrab disapa Ubed itu, tampil di Piala Thomas menjadi pengalaman baru yang sarat makna. Ia mengakui atmosfer turnamen ini berbeda dibanding ajang beregu lain yang pernah diikutinya. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.