Selatox Raih Sertifikasi CPOB BPOM, Perkuat Posisi sebagai Pusat Manufaktur Bertaraf Global.

Rabu, 22 Jul 2026, 11:01 WIB

PT Selatox Bio Pharma ("Selatox") hari ini mengumumkan telah memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Pencapaian ini sekaligus ditandai dengan peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi Selatox yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

Sertifikasi CPOB tersebut menjadi pengakuan resmi bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox telah memenuhi standar ketat yang ditetapkan oleh BPOM. Dengan pencapaian ini, Selatox memperkuat fondasi produksi yang andal untuk menghasilkan produk biofarmasi estetika berkualitas tinggi, sekaligus mempercepat langkah perusahaan dalam mewujudkan visi sebagai pusat manufaktur bertaraf global.

Ket. Foto: Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, menandatangani prasasti peresmian pada Grand Opening PT Selatox Bio Pharma di Cikarang, 20 Juli 2026, didampingi CEO Daewoong Pharmaceutical Park Seongsoo dan CEO PT Selatox Bio Pharma Joh Young Hoon. — Sumber: Selatox

Mengusung tema "Pursuing the Highest Quality, Delivering the Finest Beauty," acara peresmian ini menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya sertifikasi CPOB sekaligus memperkenalkan kapabilitas manufaktur Selatox serta visi pertumbuhan perusahaan di tingkat global. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), organisasi profesi di bidang kesehatan, klinik estetika, tenaga kesehatan, mitra industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Para peserta turut menyoroti pentingnya infrastruktur manufaktur, sistem manajemen mutu yang memenuhi standar tinggi, serta pengembangan sumber daya manusia yang kompeten sebagai fondasi bagi pertumbuhan industri biofarmasi yang berkelanjutan.

Selatox merupakan perusahaan biofarmasi yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan manufaktur produk biofarmasi estetika. Saat ini, perusahaan tengah mengembangkan berbagai produk berbasis Botulinum Toxin Type A. Dengan diperolehnya sertifikasi CPOB, fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu Selatox secara resmi telah diakui memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh BPOM, sehingga semakin memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk berkualitas yang memenuhi standar internasional.

Fasilitas manufaktur yang baru diresmikan ini dilengkapi dengan sistem produksi berteknologi maju, area produksi steril, serta sistem manajemen mutu yang mencakup seluruh proses manufaktur secara menyeluruh. Dengan telah diperolehnya sertifikasi CPOB, fasilitas ini memiliki sistem produksi dan pengelolaan mutu yang memenuhi persyaratan GMP, serta dirancang untuk memastikan kualitas dan keamanan produk terjaga secara konsisten di setiap tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, pengujian, hingga distribusi.

Joh Young Hoon, Chief Executive Officer of Selatox, menyampaikan, “Perolehan sertifikasi CPOB dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia merupakan pencapaian penting bagi Selatox. Sertifikasi ini menegaskan bahwa fasilitas manufaktur dan sistem manajemen mutu kami telah memenuhi standar yang ditetapkan. Melalui proses produksi yang presisi dan standar pengendalian mutu yang ketat, kami berkomitmen menghadirkan produk berkualitas tinggi yang dapat dipercaya oleh tenaga kesehatan dan para mitra kami.”

Beliau menambahkan, “Sertifikasi ini menjadi langkah awal bagi Selatox dalam membangun ekosistem biofarmasi yang terintegrasi, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, hingga bisnis di ranah global. Ke depan, kami juga akan terus berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia lokal serta penerapan teknologi manufaktur berstandar internasional untuk tumbuh bersama dan berkontribusi terhadap kemajuan industri farmasi dan bioteknologi Indonesia.”

Ahn Young-jin, Direktur Jenderal Biro Biofarmasi Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Republik Korea (Ministry of Food and Drug Safety/MFDS),menyampaikan, "Atas nama Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Republik Korea (MFDS), kami mengucapkan selamat kepada PT Selatox Bio Pharma atas peresmian fasilitas manufakturnya. Pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara Korea Selatan dan Indonesia di sektor biofarmasi dan kesehatan. MFDS Korea dan BPOM Indonesia telah memperoleh pengakuan global melalui status sebagai WHO Listed Authority (WLA), yang mencerminkan keunggulan sistem regulasi kedua lembaga. Ke depan, kami akan terus memperkuat kerja sama regulatori bilateral guna meningkatkan akses terhadap produk biofarmasi inovatif sekaligus mendukung pertumbuhan industri biofarmasi di kedua negara”

Agus Tjahajana Wirakusumah, Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Transformasi Sistem Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyampaikan, “Sejalan dengan agenda transformasi sistem kesehatan, pemerintah terus mendorong terwujudnya ketahanan kesehatan nasional melalui penguatan kapasitas produksi dalam negeri, penguasaan teknologi, serta peningkatan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan. Kehadiran fasilitas manufaktur seperti PT. Selatox Bio Pharma diharapkan dapat mendukung kemandirian farmasi Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional.”

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengatakan, “Kami mengucapkan selamat kepada PT Selatox Bio Pharma atas peresmian fasilitas manufaktur biofarmasi serta pencapaian sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi standar internasional terkait keamanan, mutu, dan khasiat, sekaligus menjadi langkah penting dalam memperkuat industri farmasi dan biofarmasi di Indonesia.”

Seiring dengan peresmian fasilitas manufaktur dan diperolehnya sertifikasi CPOB, Selatox berkomitmen untuk mendukung pengembangan Indonesia sebagai pusat biofarmasi estetika yang mengintegrasikan riset dan pengembangan, manufaktur, serta operasional bisnis global. Berlandaskan kualitas dan kepercayaan, Selatox juga menargetkan untuk terus bertumbuh sebagai perusahaan manufaktur biofarmasi bertaraf global.

  • Sertifikasi CPOB

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.