Waoww.. KKP Miliki Program Budi Daya Ikan di 40.000 Desa, Serius?
Rabu, 22 Jul 2026, 10:42 WIBJAKARTA- Jika benar adanya, bukan sekadar angka, ini proyek bagus. Konon Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan percepatan pengembangan budi daya ikan di 40 ribu desa tematik mulai tahun ini. Tujuannya, guna memperkuat swasembada protein, meningkatkan produksi, serta mendorong ekspor nasional.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan program tersebut mulai dijalankan seiring kesiapan anggaran pemerintah, sementara pelaksanaan di lapangan telah diawali melalui koordinasi lintas sektor sebagai fondasi percepatan pengembangan budi daya ikan nasional.
"Tahun ini mulai, pokoknya anggarannya sudah ada kita langsung mulai," kata Tb Rahayu dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan pelaksanaan program tidak menunggu seluruh tahapan selesai karena proses koordinasi dengan pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dinas terkait, Kementerian Desa, dan Kementerian Dalam Negeri telah berlangsung sejak awal.
KKP juga memastikan pengembangan desa tematik budi daya ikan dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai kementerian dan lembaga agar seluruh kebutuhan pelaksanaan, mulai lahan hingga pendampingan, dapat dipenuhi secara terpadu.
"Ya sekarang sudah mulai di lapangan, sudah koordinasi segala macam. Artinya (sudah) dimulai tahapannya. Kami koordinasi dengan desa, bupati, kepala dinas, Kemendes, Kemendagri. Kolaborasi dengan semua K/L," bebernya.
Ia juga menyebutkan program desa tematik tersebut berbeda dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) karena berfokus pada pengembangan budi daya ikan di daratan, bukan peningkatan sektor penangkapan ikan.
"Itu (pengembangan 40 ribu desa tematik) bukan (bagian dari) KNMP ya," jelasnya.
Melalui langkah tersebut, KKP berharap pengembangan 40 ribu desa tematik mampu memperkuat produksi protein nasional, memperluas peluang ekspor perikanan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah menyiapkan 40 ribu desa tematik budi daya ikan guna memperkuat swasembada protein sekaligus meningkatkan ekspor perikanan Indonesia.
"Kami rapat koordinasi untuk mengawal, mengamankan, mensukseskan, satu, Kampung Nelayan Merah Putih. Yang kedua, akan dibangun budi daya (ikan) di 40 ribu desa. Ya, itu pekerjaan sangat besar juga. Tidak kalah dengan Koperasi Desa Merah Putih, besar sekali ya," kata Zulhas di Jakarta, Selasa (21/7).
Dia menyampaikan hal itu ketika memberi keterangan kepada awak media usai rapat terbatas dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan pejabat terkait lainnya di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.
Pemerintah kini mengalihkan fokus pembangunan pangan dari keberhasilan swasembada karbohidrat menuju penguatan swasembada protein sebagai agenda strategis nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menargetkan Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, tetapi juga menjadi salah satu eksportir terbesar komoditas perikanan, terutama ikan dan udang.
Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah menyiapkan dua program utama, yakni pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dan pengembangan budi daya tematik di 40 ribu desa seluruh Indonesia.
"Ikan (yang akan dibudidaya) macam-macam. Nanti tergantung KKP yang akan siapin bibitnya. Nanti lihat, setahun lagi tiap hari orang akan ngomong soal ikan. (Ini) akan dimulai secepatnya," kata Zulhas.
- Kampung Tematik
- Budi Daya Ikan Air Tawar
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Fakta Mengkhawatirkan: Setiap Jam 1 Ibu Hamil Meninggal di Indonesia
-
Proyek Megah: AS-Russia Bakal Terhubung Lewat Terowongan Bawah Laut Selat Bering
-
Fantastis! Nilai Produksi Perikanan Budi Daya Ikan Tawar di Pandeglang Capai Rp1,2 Triliun
-
KPK geledah rumah Silmy Karim
-
Wali Kota Agustina Kenalkan Inovasi Semarang, Perkuat Ketahanan Pangan di Tingkat Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.