WHO Sebut Empat dari 10 Kasus Kanker Dapat Dicegah

Kamis, 05 Feb 2026, 01:00 WIB

PARIS — Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada hari Selasa (3/2) mengatakan, hampir empat dari setiap 10 kasus kanker sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat menghindari berbagai faktor risiko, termasuk merokok, konsumsi alkohol, polusi udara, dan infeksi tertentu.

Dikutip dari Channel News Asia, penelitian terbaru yang dipublikasikan menjelang Hari Kanker Sedunia memperkirakan bahwa 38 persen dari seluruh kasus kanker baru di dunia pada 2022 atau sekitar 7,1 juta kasus yang berkaitan dengan penyebab yang dapat dicegah.

Ket. Foto: Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) yang baru, bagian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada hari peresmiannya, di Lyon, Prancis, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/JEFF PACHOUD

Tim peneliti besar yang melibatkan Badan Internasional untuk Riset Kanker (International Agency for Research on Cancer/IARC) milik WHO tersebut menganalisis 30 faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal Nature Medicine menyebutkan bahwa tembakau menjadi faktor risiko terbesar, bertanggung jawab atas 15 persen dari seluruh kasus kanker baru. Faktor berikutnya adalah infeksi penyebab kanker sebesar 10 persen, serta konsumsi alkohol sebesar 3 persen.

Faktor risiko lain yang turut berkontribusi meliputi kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, paparan radiasi ultraviolet, serta paparan zat berbahaya seperti asbes di tempat kerja.

“Ini adalah analisis global pertama yang menunjukkan seberapa besar risiko kanker berasal dari penyebab yang sebenarnya dapat kita cegah,” ujar penulis utama penelitian Andre Ilbawi, pimpinan tim pengendalian kanker WHO, dalam sebuah pernyataan.

Hampir setengah dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah merupakan kanker paru-paru, lambung, dan serviks.

Kanker paru-paru berkaitan erat dengan kebiasaan merokok dan polusi udara, sementara kanker lambung sebagian besar terkait dengan infeksi bakteri Helicobacter pylori.
Adapun kanker serviks hampir seluruhnya disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV), yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pria jauh lebih berisiko terkena kanker yang dapat dicegah, dengan 45 persen kasus baru, dibandingkan 30 persen pada perempuan.
Hampir seperempat dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah pada pria disebabkan oleh merokok, sementara pada perempuan angkanya 11 persen.

Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti menyerukan agar negara-negara menerapkan kebijakan pengendalian tembakau yang kuat, regulasi alkohol, serta program vaksinasi terhadap infeksi umum seperti HPV. Selain itu, mereka menekankan pentingnya peningkatan kualitas udara, lingkungan kerja yang aman, serta pola makan sehat dan aktivitas fisik.

“Jika kita ingin mengurangi beban kanker, kita juga harus menurunkan beban penyakit tidak menular (PTM). Tidak terbantahkan bahwa tembakau, alkohol, makanan ultra-proses, dan kualitas udara merupakan pendorong utama berbagai jenis kanker,” kata CEO NCD Alliance, Katie Dain.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.