Festival Egrang Jember Bukan Sekadar Permainan, Menteri PPPA Ungkap Pesan Penting soal Ruang Aman Anak
Minggu, 09 Agu 2026, 02:01 WIBJember, Jawa Timur - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengatakan Festival Egrang dapat memperkuat komitmen menciptakan ruang aman bagi anak di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
"Upaya menciptakan ruang aman bagi anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat," katanya saat menghadiri Festival Egrang XIV di Komunitas Tanoker, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (8/8).
Menurut Arifatul, perlindungan anak tidak dapat hanya mengandalkan regulasi, tetapi harus dibangun melalui kolaborasi, sinergi, dan partisipasi bersama, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial.
"Gerakan nasional ruang aman dan nyaman bagi anak mencakup berbagai lingkungan kehidupan, mulai dari keluarga, ruang publik, satuan pendidikan hingga ruang digital," tuturnya.
Dalam konteks tersebut, ia menilai komitmen masyarakat Kecamatan Ledokombo memiliki arti penting karena melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya menyelesaikan persoalan di lingkungan terdekat.
"Berbagai kegiatan dan kolaborasi yang telah tumbuh di Kabupaten Jember menunjukkan adanya semangat yang sejalan dengan Ruang Bersama Indonesia. Kekuatan tersebut perlu terus dikembangkan agar menjadi gerakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak," katanya.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memenuhi hak masyarakat.
"Komitmen Kabupaten Jember akan terus sesuai dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri, bagaimana anak-anak termasuk lansia mempunyai hak yang harus dipenuhi, termasuk pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan," ujarnya.
Menurut Fawait, penguatan ruang aman merupakan bagian dari pembangunan yang menempatkan pemenuhan hak masyarakat sebagai salah satu perhatian utama pemerintah daerah.
"Karena itu, keterlibatan pemerintah desa menjadi penting agar kebijakan tidak berhenti pada tingkat kabupaten, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lingkungan tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari," katanya.
Ruang Perjumpaan
Sementara itu, Direktur Tanoker Farha Ciciek mengatakan keterlibatan berbagai kelompok menjadi bagian penting dari perjalanan Festival Egrang. Bagi Tanoker, permainan tradisional bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat untuk saling mengenal, berkarya, dan merayakan keberagaman.
"Beragam komunitas, kelompok disabilitas, lintas generasi, lintas etnis, organisasi sosial keagamaan berjalan bersama menampilkan hal yang terbaik karya mereka dalam festival itu," ujarnya.
Festival Egrang XIV telah berkembang menjadi kegiatan yang memiliki makna lebih luas bagi masyarakat Ledokombo. Di balik bentuk permainan yang sederhana, festival tersebut membawa pesan tentang kepedulian, empati, kegembiraan, dan harapan.
Setiap kelompok yang hadir membawa cerita dan kekuatan masing-masing untuk kemudian bertemu dalam satu ruang melalui karya dan tradisi.
Rangkaian Festival Egrang XIV juga diisi dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen Ruang Bersama Indonesia (RBI) oleh para kepala desa se-Kecamatan Ledokombo sebagai bentuk penguatan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Musim Pancaroba Rentan Bikin Sakit, Dokter Minta Masyarakat Jaga Imunitas
-
BTS: Pemesanan Tiket Gratis Konser "BTS The Comeback Live|Arirang" Dibuka 23 Februari
-
Manchester United Kalah 1-2 dari Leeds United di Stadion Old Trafford
-
Revitalisasi Karya Klasik Lewat Penampilan Lansia di Pesta Kesenian Bali
-
Iran: Negosiasi Satu-satunya Jalan untuk Selesaikan isu nuklir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.