• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tersedia 24 Jam Saat Mendu...

Tersedia 24 Jam Saat Mendung dan Tak Ada Tiupan Angin

Kamis, 05 Feb 2026, 06:44 WIB

Penyimpanan termal dalam garam cair (thermal storage in molten salts) pada suhu tinggi, hingga dapat mencapai hingga 565 derajat Celcius, adalah bahan teknologi baru sebagai bagian dari energi terbarukan di masa depan. Ini adalah solusi yang memungkinkan untuk menghasilkan listrik dan panas ketika tidak ada matahari atau angin, pada malam hari atau kondisi cuaca berawan.

Meskipun energi surya dan angin adalah sumber yang sepenuhnya bersih bagi lingkungan, teknologi ini memiliki titik lemah yaitu tidak dapat dikelola, artinya hanya akan memilikinya ketika sumber daya matahari dan angin ada. Ketika pembangkit listrik tenaga batu bara tidak lagi beroperasi, teknologi dapat menjadi tumpuan. Di sinilah penyimpanan energi berperan: menyimpan energi ketika ada matahari dan angin untuk mengonsumsinya ketika kita tidak memiliki sumber daya tersebut.

Ket. Foto: Turbin angin terlihat di Kabupaten Jinhu, Kota Huai’an, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. — Sumber: AFP/China OUT

Terdapat berbagai sistem untuk menyimpan energi seperti baterai ion litium, tetapi saat ini sistem tersebut tidak dapat menyimpan energi dalam jumlah besar untuk waktu yang lama (durasi rata-ratanya 4 hingga 6 jam) dan harganya lebih mahal. Begitu pula dengan pembangkit listrik tenaga air yang memiliki keterbatasan geografis dan sumber daya air itu sendiri.

Oleh karena itu, alternatifnya adalah memanaskan garam cair (pada suhu yang mencapai 565 derajat Celcius), menyimpannya dalam tangki (bahkan lebih dari sepuluh jam) dan menggunakan panasnya untuk menghasilkan listrik saat dibutuhkan, misalnya melalui turbin.

Dengan solusi ini, banyak kemungkinan terbuka. Idenya adalah garam dipanaskan dengan kelebihan energi matahari yang sering kita miliki dan tidak dikonsumsi. Atau dengan energi yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga surya termal.

“Kita akan memanfaatkan matahari di siang hari untuk menghasilkan listrik di malam hari. Atau kita bisa mengumpulkan panas selama dua atau tiga hari di musim dingin untuk kemudian menyalurkan listrik ke jaringan listrik di hari lain,” jelas Raúl García, Direktur Asealen (Asosiasi Penyimpanan Energi Spanyol), dikutip dari Kyoto Group.

Keuntungan lain dari garam cair adalah kontribusinya terhadap dekarbonisasi banyak proses industri termal. Pompa panas dan pemanas listrik berefisiensi tinggi dapat memanaskan garam di siang hari (menggunakan listrik yang dihasilkan oleh fotovoltaik dan angin), panas tersebut akan disimpan dalam tangki untuk digunakan di malam hari.

“Atau dapat dipanaskan selama akhir pekan untuk menggunakan panas dari garam selama hari kerja. Ini akan membantu mengurangi konsumsi gas dan diesel di banyak pabrik. Bahkan dapat dialihkan ke pemanasan rumah tangga,” kata García menekankan.

Pabrik aluminium, pengalengan, obat-obatan, pakan ternak, kertas dan karton, kaca yang menghasilkan panas akan menghargainya, karena akan menikmati penghematan biaya. Pasalnya dua pertiga energi yang dibutuhkan oleh industri di seluruh dunia berbentuk panas. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.