Guardiola Berjanji Terus Bersuara untuk Korban Konflik Global

Kamis, 05 Feb 2026, 09:21 WIB

MANCHESTER, INGGRIS — Pelatih Manchester City Pep Guardiola menegaskan akan terus memanfaatkan posisinya di dunia sepak bola untuk menyuarakan dukungan bagi para korban konflik dan kekerasan di berbagai belahan dunia.

Pernyataan itu disampaikan Guardiola dalam konferensi pers jelang leg kedua semifinal Piala Liga melawan Newcastle United. Momen tersebut datang lima hari setelah pelatih asal Spanyol itu menyatakan dukungannya terhadap anak-anak di wilayah Palestina yang diduduki Israel, saat menghadiri konser amal di Barcelona.

Ket. Foto: Pep Guardiola. — Sumber: AFP

“Tidak pernah, sepanjang sejarah umat manusia, kita memiliki informasi yang begitu jelas dan terbuka di depan mata seperti sekarang,” ujar Guardiola.

Ia menyebut sejumlah konflik global yang menurutnya menjadi tanggung jawab bersama sebagai manusia. “Genosida di Palestina, apa yang terjadi di Ukraina, apa yang terjadi di Rusia, apa yang terjadi di seluruh dunia—di Sudan, di mana-mana,” katanya, merujuk pada wilayah Palestina yang diduduki Israel.

“Apa yang terjadi tepat di depan kita? Apakah kita ingin melihatnya? Itu adalah masalah kita sebagai manusia. Itu adalah masalah kita.”

Guardiola menekankan bahwa masyarakat harus bekerja secara kolektif untuk menjadi lebih baik. Ia juga menyinggung insiden kekerasan di Amerika Serikat. “Lihat apa yang terjadi di Amerika Serikat, Renee Good dan Alex Pretti terbunuh. Katakan kepada saya bagaimana hal itu bisa dibenarkan,” ujarnya. Penembakan fatal terhadap dua warga AS oleh agen imigrasi federal tersebut memicu gelombang protes di berbagai wilayah Amerika Serikat.

“Ketika saya melihat gambar-gambar itu, saya merasa sedih, itu menyakitkan. Karena itulah, di setiap posisi di mana saya bisa membantu dan bersuara demi masyarakat yang lebih baik, saya akan mencoba dan saya akan ada. Sepanjang waktu. Ini untuk anak-anak saya, keluarga saya, untuk kalian,” lanjutnya.

Guardiola menutup dengan refleksi personal. “Tidak ada masyarakat yang sempurna, di mana pun tidak ada yang sempurna. Saya tidak sempurna. Kita harus bekerja untuk menjadi lebih baik.”

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.