Krisis Air Menghantui Jember! PMI Gerak Cepat Kirim 3.600 Liter Air
Rabu, 04 Feb 2026, 20:40 WIBJEMBER -Â Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mulai mendistribusikan ribuan liter air bersih secara bertahap guna mengatasi krisis air yang melanda warga Desa Pakis, Kecamatan Panti, pascaterjangan banjir bandang pada Senin malam lalu.
Langkah darurat ini diambil setelah hasil kaji cepat menunjukkan setidaknya 20 jaringan pipa utama sepanjang 120 meter terputus total terseret arus, menyebabkan akses air bersih bagi lebih dari 100 kepala keluarga terhenti seketika.
"Hari ini kami mendistribusikan 3.600 liter air bersih kepada warga yang terdampak banjir bandang karena pipa saluran air sepanjang 120 meter yang dialirkan ke rumah warga terputus akibat diterjang banjir bandang," kata Sekretaris PMI Jember Ghufron Eviyan Efendi di Kantor PMI setempat, Rabu.
Menurutnya banjir bandang yang menerjang Desa Pakis, Kecamatan Panti, pada Senin (2/2) malam menimbulkan kerusakan rumah dan 20 pipa saluran air sepanjang 120 meter yang dialirkan ke rumah warga terputus akibat terseret banjir bandang, sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih.
"Dengan menggunakan satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter, PMI Jember memberikan air bersih ke warga terdampak dengan menempatkan tandon air berkapasitas 1.200 liter di tiga lokasi, sehingga mempermudah warga mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum setiap hari," tuturnya.
Saat truk tangki yang membawa air bersih datang, warga berdatangan untuk mengambil air bersih dengan membawa tempat yang dibawa dari rumah masing masing dan setelah mendapatkan air bersih, warga membawanya pulang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.
"Distribusi menggunakan truk tangki itu dilakukan dua kali dalam sehari, pagi dan sore sampai kondisi ketersediaan air bersih di lokasi terdampak bencana banjir bandang normal kembali seperti sebelum terjadi bencana," katanya.
Bantuan air bersih tersebut dilakukan PMI Jember berdasarkan hasil pendataan relawan yang turun langsung ke lokasi bencana saat banjir bandang menerjang Desa Pakis. Dari pendataan diketahui bahwa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan oleh korban bencana adalah ketersediaan air bersih.
PMI Jember sebelumnya juga mendistribusikan tandon air berkapasitas 1.100 liter yang nantinya akan diisi air bersih oleh relawan menggunakan armada truk tangki yang memiliki kapasitas 5.000 liter.
"Ribuan liter air setiap hari akan kami kirim untuk warga terdampak bencana banjir bandang di Desa Pakis hingga saluran air bersih ke rumah-rumah warga normal kembali," ujarnya.
Dalam kaji cepat oleh PMI Jember, sebanyak 100 kepala keluarga (KK) terdampak bencana membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari setelah 20 pipa atau 120 meter pipa air terputus akibat terseret banjir bandang.
- krisis air bersih
- jawa timur
- banjir bandang jember
- pmi jember
- desa pakis panti
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Jelang Lebaran, Pengiriman Paket di Kantor Pos Ternate Meningkat
-
Ketangguhan Kiper Bawa Arsenal dan Bayern Dekati Semifinal
-
Pementasan teater Nilonali Sang Putri Bungo Karang
-
15 Warga Banjarmasin Magang di Jepang
-
Pastikan Kesiapan Jalan Nasional di Jatim, Menteri PU Tegaskan Perbaikan Tuntas H-10 Lebaran
-
Baznas Kota Tangerang Himpun Rp12 Miliar ZIS Selama Ramadhan 1447 H
-
Rayakan Hari Kartini, KAI dan Kemenekraf Hadirkan Lukisan Karya Seniman Erika Richardo di Kereta Api
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.