Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Ekspor Jakarta

Selasa, 03 Feb 2026, 04:03 WIB

JAKARTA – Sektor nonmigas utamanya industri pengolahan menjadi penyokong utama ekspor Jakarta sepanjang tahun lalu. Nilai ekspor tahun lalu mencapai 1,43 miliar dollar AS. Dibanding tahun sebelumnya terjadi kenaikan 2,20 persen. “Secara tahunan, angka ekspor menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 2,20 persen dibanding tahun 2024,” kata Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto, di Jakarta, Senin.

Lebih rinci, dia menyebutkan industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung ekspor Jakarta dengan kenaikan sebesar 3,29 persen secara tahunan. “Ini menegaskan sektor manufaktur adalah penggerak utama yang menjaga momentum pertumbuhan ekspor Jakarta,” ujar Kadarmanto.
Secara kumulatif sepanjang tahun lalu, kinerja ekspor Jakarta mencapai 17,51 miliar dollar AS. Ini tumbuh signifikan sebesar 27,16 persen daritahun 2024.

Ket. Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Senin (2/2). — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Dominasi mutlak kinerja ekspor itu masih dipegang sektor industri pengolahan dengan pangsa pasar mencapai 97,14 persen dari total ekspor . Ini mencerminkan penguatan penetrasi produk-produk unggulan Jakarta di pasar internasional.

Kadarmanto melanjutkan, Lebih lanjut, dia mengatakan komoditas utama yang menjadi motor penggerak utama dan mendominasi struktur ekspor Jakarta adalah alas kaki. Angkanya, mencapai andil 18,33 persen yang juga mencatatkan akselerasi pertumbuhan tahunan tertinggi sebesar 72,09 persen dari periode sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya, komoditas kelompok kendaraan dan bagiannya dengan andil sebesar 16,39 persen yang tumbuh sebesar 19,35 persen. Ada juga logam mulia dan perhiasan dengan andil 15,11 persen. Kelompok ini juga naik 42,05 persen. Lalu, berdasarkan peta destinasi ekspor Jakarta sepanjang periode Januari-Desember 2025, Amerika Serikat adalah tujuan pasar terbesar dengan andil mencapai 12,85 persen. “Komoditas alas kaki menjadi primadona di negara tersebut,” ungkap Kadarmanto.

Negara tujuan ekspor berikutnya, Tiongkok (10,65 persen) dan Thailand (8,24 persen). Komoditas ekspor utama masing-masing untuk dua negara tersebut adalah lemak dan minyak hewan. Juga logam mulia dan perhiasan. Ekspor utama ke Tiongkok adalah lemak dan minyak hewan serta nabati. Ada kenaikan 44,48 persen dari tahun 2024. Ekspor ke Thailand juga didominasi logam mulia dan perhiasan. “Ini luar biasa ke Thailand tumbuh sebesar 788 persen,” terang Kadarmanto.

Inflasi-Deflasi

Sementara itu, Kadarmanto juga menyoroti inflasi Jakarta. Untuk angka tahunan hingga Januari ini terjadi inflasi 3,96 persen. Angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 0,14 persen. Penyumbang inflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 13,71 persen.

Menurutnya, tingginya inflasi Jakarta secara tahunan juga dipengaruhi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (12,80 persen), serta kelompok pendidikan (2,10). “Sedangkan kelompok turun adalah indeks harga secara tahunan, hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, sebesar 0,32 persen,” jelas Kadarmanto.

Dia juga merinci komoditas utama penyumbang inflasi yang memiliki andil tinggi untuk inflasi tahunan adalah tarif listrik sebesar 1,98 persen, emas perhiasan (0,84 persen), tarif airminum PAM (0,63 persen), daging ayam ras (0,09 persen), serta biaya Sekolah Menengah Pertama (0,05 persen).

Sementara secara bulanan, Jakarta mengalami deflasi sebesar 0,23 persen sselama Januari 2026 dibandingkan Desember 2025. Ini didominasi penurunan indeks harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,57 persen serta transportasi sebesar 0,69 persen.

Komoditas kedua kelompok tersebut memiliki andil tinggi terhadap deflasi Jakarta. Mereka adalah cabai merah (0,09 persen), daging ayam ras (0,07 persen), bawang merah (0,06 persen), cabai rawit (0,04 persen), serta bensin (0,05 persen). Secara nasional, perekonomian Indonesia mengalami inflasi secara tahunan sebesar 3,55 persen pada bulan Januari 2026 akibat stimulus diskon tarif listrik yang diimplementasikan pada tahun sebelumnya.

Secara historis, deflasi makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat sebesar 1,57 persen merupakan komoditas terdalam dalam empat tahun terakhir. Kelompok ini tercatat sebagai penyumbang utama deflasi Januari 2026 sebesar 0,31 persen. Kelompok lainnya yang juga memberikan andil deflasi tinggi adalah transportasi (0,09).

  • ekspor jakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.