Amankan Pasokan Energi, PHE Fokus Migas Non-Konvensional dan Proyek Laut Dalam
Selasa, 03 Feb 2026, 10:44 WIBJAKARTA â PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina menegaskan peran strategis sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menopang transisi menuju energi rendah karbon. Migas dinilai masih menjadi sumber energi yang andal untuk menjamin stabilitas pasokan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Pengembangan & Produksi Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, menyampaikan bahwa strategi pengelolaan hulu migas ke depan harus berfokus pada produksi yang berkelanjutan melalui peningkatan cadangan migas.
âTransisi energi tidak bisa menghilangkan peran migas secara instan. PHE menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama pada fase transisi menuju Net Zero Emission,â kata Mery dalam Diskusi Panel Scope Upstream Excellence Forum bertema "Potensi dan Tantangan Masa Depan Industri Hulu Migas dalam Mewujudkan Swasembada Energi di Jakarta, Selasa (27/1).
Dalam upaya mengamankan pasokan energi nasional serta mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas nasional jangka panjang, PHE akan berfokus pada pengelolaan proyek laut dalam (deepwater) dan pengembangan lapangan Migas Non Konvensional (MNK). Pengembangan deepwater diproyeksikan menjadi new frontier industri hulu migas. Sementara itu, pengembangan MNK dipandang sebagai peluang strategis untuk menjaga kesinambungan produksi nasional dalam jangka panjang.
âKami mendorong agar temuan eksplorasi dapat lebih cepat dikonversi menjadi proyek pengembangan yang ekonomis dan komersial, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap produksi dan cadangan nasional,â jelas Mery.
Sejalan dengan agenda transisi energi, PHE mengadopsi strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy), yakni memaksimalkan bisnis inti migas sekaligus membangun bisnis rendah karbon. Inisiatif yang dikembangkan antara lain CCS/CCUS, hidrogen geologi, serta program dekarbonisasi operasional.
âPendekatan ini kami yakini mampu menjaga daya saing perusahaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap target penurunan emisi nasional,â ujar Mery.
Dengan penguatan kapabilitas organisasi, kepastian regulasi, serta sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis, PHE optimistis sektor hulu migas tetap menjadi penggerak penting ketahanan energi dan stabilitas ekonomi Indonesia di masa transisi.
PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.Â
- Bisnis Migas
- Pertamina Hulu Energi
- Blok Migas
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Puasa Ramadan Berapa Hari Lagi? Sudah Akan Lebaran Sebentar Lagi Saja, Simak Jadwalnya!
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Servis Keras Medvedev Hadapi Kecerdikan Sinner
-
Fenomena Gerhana Matahari Cincin Bakal Terjadi pada 17 Februari
-
Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang di Pamekasan
-
Ancaman Ransomware 2026: IBM X-Force Sebut AI Mudahkan Penyerang Bobol Rantai Pasok
-
Sempat Tertunda, Proyek Blok Tuna Hidup Lagi! Perusahaan Rusia Siap Gaspol Juni 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.