Trump Umumkan AS sedang Berdialog dengan Kuba

Senin, 02 Feb 2026, 05:50 WIB

PALM BEACH - Washington sedang bernegosiasi dengan kepemimpinan Havana untuk mencapai kesepakatan, kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump, beberapa hari setelah mengancam perekonomian Kuba yang sedang terpuruk dengan blokade minyak virtual .

“Kuba adalah negara yang gagal. Sudah lama begitu, tetapi sekarang mereka tidak memiliki Venezuela untuk menopangnya. Jadi kami sedang berbicara dengan orang-orang dari Kuba, orang-orang tertinggi di Kuba, untuk melihat apa yang terjadi,” kata Trump kepada wartawan di kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, pada hari Minggu (1/2).

Ket. Foto: Para demonstran di luar kedutaan besar AS di Havana mengibarkan bendera Kuba dan spanduk yang menentang Marco Rubio dan Donald Trump. — Sumber: Istimewa

“Saya rasa kita akan mencapai kesepakatan dengan Kuba .”

Dari The Guardian, Trump tidak memberikan indikasi apa pun mengenai isi kesepakatan tersebut.

Presiden AS mengatakan pada hari Sabtu: “Ini tidak harus menjadi krisis kemanusiaan. Saya pikir mereka mungkin akan datang kepada kita dan ingin membuat kesepakatan… Mereka memiliki situasi yang sangat buruk bagi Kuba. Mereka tidak punya uang. Mereka tidak punya minyak. Mereka hidup dari uang dan minyak Venezuela, dan sekarang tidak ada yang datang.”

Pemerintahan kedua Trump telah meningkatkan tekanan pada negara kepulauan yang dikelola komunis di lepas pantai selatan Florida sejak menggulingkan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro, yang negaranya merupakan sekutu dekat Havana dan sumber penting ekspor minyak ke Kuba.

Pada hari Kamis, presiden dari Partai Republik menandatangani perintah eksekutif yang mengancam akan memberlakukan tarif tambahan pada negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.

Beberapa jam kemudian, pada hari Jumat, warga Kuba mengantre panjang di SPBU di Havana.

Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, putra pengungsi Kuba kelahiran Miami, tidak merahasiakan keinginan mereka untuk melakukan perubahan rezim di Havana.

Setelah jatuhnya Maduro, presiden AS memperingatkan Havana untuk "segera mencapai kesepakatan" atau menghadapi konsekuensi yang tidak ditentukan.

“TIDAK ADA LAGI MINYAK ATAU UANG UNTUK KUBA: NOL!” Trump menyatakan sebelumnya, mengklaim Kuba “siap untuk jatuh”.

Pemerintah Kuba menuduh Trump berupaya mencekik perekonomian pulau itu, di mana pemadaman listrik harian semakin intensif dan antrean di SPBU semakin panjang.

  • Konflik AS-Kuba

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.