Cerita dari Menes Pandeglang: Ubi Jalar Mulai Digarap, Pendapatan Petani Diharapkan Naik
Minggu, 01 Feb 2026, 17:15 WIBPANDEGLANG - Di hamparan lahan Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejumlah petani mulai menanam harapan baru lewat ubi jalar.
Di sela pergantian musim dan harga komoditas yang kerap berfluktuasi, tanaman umbi ini dipilih karena relatif mudah dibudidayakan, cepat panen, dan memiliki pasar yang kian terbuka.
Bagi para petani, ubi jalar bukan sekadar alternatif tanaman, melainkan strategi untuk menjaga dapur tetap mengepul sekaligus menambah penghasilan keluarga.
Perlahan namun pasti, barisan daun hijau yang merambat di tanah Menes menjadi simbol upaya petani setempat menguatkan ekonomi desa dari ladang sendiri.
"Kita berharap tanam ubi jalar pada bulan Februari itu dapat dipanen Mei 2026," kata Ade, seorang petani di Desa Cilaban Bulan Menes, Pandeglang, Minggu.
Pertanian ubi jalar di wilayahnya ditanam di areal persawahan setelah musim panen padi.
Penanaman ubi jalar bisa dipanen pada usia 100-110 hari setelah tanam, namun produksi setiap hari dapat memenuhi permintaan pasar.
Sebab, pertanian ubi jalar tersebut sudah berlangsung puluhan tahun menjadi andalan ekonomi petani Menes, Pandeglang.
"Kami tanam tiga petak sawah bisa menghasilkan 5 ton dan dijual ditingkat pengepul Rp3.000 per kilogram (kg),dan jika dikalkulasikan Rp15 juta," kata Ade.
Begitu juga petani lainya, Juhdi mengatakan pihaknya kini mengembangkan tanaman ubi jalar seluas enam petak atau 5.000 meter (setengah hektare) dengan menghasilkan produktivitas 10 ton.
"Jika dijual 10 ton ke pengepul Rp3.000 per kg, sehingga menghasilkan pendapatan uang Rp30 juta," kata Juhdi.
Eme (55) seorang pengepul ubi jalar di Kecamatan Menes, Pandeglang mengatakan pihaknya setiap hari memasok ubi jalar ke pelanggan tetap di Pasar Rangkasbitung, Pasar Rau Serang, dan Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang antara 4 sampai 6 ton.
Selama ini, produksi ubi jalar di Kecamatan Menes, Pandeglang menjadi unggulan pendapatan ekonomi petani setempat dan pasokannya bisa puluhan ton per hari.
"Kami dapat membantu pendapatan ekonomi petani juga empat pekerja," kata Eme.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang Nuridawati mengatakan pertanian palawija jenis ubi jalar kini kebanyakan dikembangkan oleh petani di lahan-lahan persawahan dan tersebar di Kecamatan Menes, Mandalawangi, Jiput, Saketi dan Cikedal.
Selama ini, petani yang mengembangkan pertanian ubi jalar perekonomiannya cukup terlebih harga di tingkat penampung atau tengkulak Rp3 ribu per kg.
"Jika produksi ubi jalar menghasilkan 10.345 ton per tahun dengan perputaran uang hingga miliaran rupiah dengan harga Rp3.000/kg," katanya.
- Kabupaten Pandeglang
- Menes
- tanam ubi
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Inklusi Keuangan Bukan Sekadar Akses, Tapi Pilar Pemerataan dan Pertumbuhan Ekonomi
-
BPOM: Waspadai Boraks hingga Rhodamin B pada Produk Pangan di Pasaran
-
Verstappen Rebut Pole Position di Austin, Terus Tekan Duo McLaren
-
Terkait Keamanan Saat HUT ke-80 RI di Jakarta, Pangdam Jaya Pastikan Semuanya Berjalan Maksimal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.