Bulog Magelang Distribusikan MinyaKita 4.000 Liter Tahap Pertama

Minggu, 01 Feb 2026, 09:27 WIB

MAGELANG – Perum Bulog Cabang Magelang menggelontorkan Minyakita ke pasar-pasar tradisional 4.000 liter tahap pertama untuk menekan harga dan menjamin ketersediaan minyak goreng rakyat itu tetap aman di tingkat konsumen, terutama menjelang Ramadhan hingga Lebaran 2026.

Pimpinan Cabang Bulog Magelang, Ihsan Sura Adilaga, di Magelang, Jawa Tengah, Minggu (01/2), mengatakan MinyaKita sudah didistribusikan ke pasar-pasar di enam kabupaten/kota wilayah Kedu, seperti Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen.

Ket. Foto: Bulog Magelang menggelontorkan Minyakita sebanyak 4000 liter pada tahap pertama. — Sumber: ANTARA

"Pada tahap pertama kami telah menyalurkan sebanyak 4.000 liter untuk di wilayah Kedu ini, yang masing-masing pedagang maupun pengecer itu mendapat pasokan 180 hingga 200 liter. Kemudian untuk tahap kedua akan kembali kita salurkan pada minggu depan, agar kebutuhan minyak goreng masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau, serta kondisi pasar tetap kondusif," katanya.

Ia mengatakan penyaluran MinyaKita tersebut langsung kepada pengecer maupun pedagang, tanpa melalui distributor.

"Para pengecer maupun pedagang ini yang sebelumnya sudah terdata dalam pantauan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) oleh dinas terkait di masing-masing kabupaten dan kota," katanya.

Ia menyebutkan pemerintah telah menetapkan harga eceran tertinggi MinyaKita melalui Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 2396 Tahun 2025 yang berlaku sejak tanggal 24 Desember 2025. Aturan tersebut mengatur struktur harga dari tingkat produsen hingga konsumen akhir.

“Untuk harga MinyaKita dari Bulog ke pengecer itu sebesar Rp14.500 per liter, dan pengecer maupun pedagang wajib menjual ke masyarakat sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp15.700 per liter,” katanya.

Pengawasan distribusi MinyaKita, katanya, akan diperkuat melalui tim terpadu dari Bulog dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag) di masing-masing wilayah. Intensitas pemantauan juga akan ditingkatkan menjelang Ramadan hingga Lebaran 2026.

"Dengan penguatan distribusi dan pengawasan harga ini, kami berharap MinyaKita tetap mudah diakses oleh masyarakat dengan harga sesuai HET Rp15.700 per liter," katanya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.