Disdukcapil Serang Buka Layanan Jemput Bola Ganti Dokumen Korban Banjir

Selasa, 03 Feb 2026, 17:28 WIB

SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) membuka layanan jemput bola di lokasi pengungsian korban banjir untuk membantu warga mengganti dokumen kependudukan yang hilang atau rusak.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang Warnerry Poetri di Serang, Selasa, mengatakan layanan khusus pascabanjir ini digelar di Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, yang merupakan salah satu wilayah terdampak.

Ket. Foto: Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Warnerry Poetri, lakukan layanan Adminduk di lokasi pengungsian Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Selasa (3/2). — Sumber: ANTARA/Desi Purnama Sari

"Kami mempercepat waktu pelayanan karena banyak permintaan dari warga. Mereka sangat membutuhkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk mengurus berbagai keperluan administrasi," ujar Warnerry.

Dalam pelayanan di pengungsian ini, lanjutnya, petugas menerapkan metode biometrik atau pemindaian sidik jari. Hal ini dilakukan karena mayoritas warga tidak lagi memegang arsip kependudukan karena hanyut atau rusak terendam banjir.

"Masyarakat tidak perlu membawa data apa-apa, karena mungkin datanya sudah hilang. Jadi, kami lakukan cek biometrik di lokasi," katanya.

Terkait proses pencetakan, Warnerry menuturkan petugas melakukan pendataan terlebih dahulu di lokasi pengungsian agar dapat menjangkau lebih banyak titik dengan cepat. Data yang terkumpul akan diproses di kantor dinas, kemudian dokumen fisik yang sudah jadi akan diantar kembali ke warga.

Untuk wilayah Desa Cakung, kata dia, pelayanan difokuskan di pengungsian Kampung Kuranji yang menampung sekitar 112 jiwa di tiga titik kumpul. Sebelumnya, layanan serupa juga telah dilakukan di Desa Renget dengan total perbaikan dokumen mencapai kurang lebih 100 orang, serta menyasar warga terdampak di Desa Mekarsari.

"Targetnya, Insya Allah kami akan mendatangi semua titik yang terkena musibah banjir. Kami memahami bahwa saat kejadian, warga lebih memprioritaskan keselamatan nyawa dibandingkan menyelamatkan dokumen penting," ucapnya.

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.