Kemenpar: Bali Masih jadi Primadona Destinasi Wisata “Wellness”

Sabtu, 31 Jan 2026, 12:40 WIB

JAKARTA - Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Vinsensius Jemadu, mengatakan Provinsi Bali tetap menjadi wilayah destinasi unggulan untuk wisata wellness. Wisata wellness, kata dia, sebuah perjalanan bertujuan meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan emosional.

"Dua tahun lalu Kementerian Pariwisata mencoba untuk mengidentifikasi kira-kira destinasi mana yang paling siap. Tentunya Bali sudah sangat siap dengan infrastruktur SDMnya," kata dia, Sabtu (31/1).

Ket. Foto: — Sumber: Dokumentasi Kementerian Pariwisata

Ia menambahkan, pengembangan wisata wellness telah menjadi prioritas nasional. Melalui komitmen pemerintah Indonesia sejak 27 tahun lalu dengan menjadikan Sanur, Bali, sebagai proyek percontohan kawasan kesehatan.

Ia menilai, bahwa langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola kawasan wisata Indonesia. Terutama menjadikan wisata wellness sebagai salah satu prioritas nasional di masa mendatang.

"Ke depan, pengembangan juga akan dilakukan di destinasi-destinasi lain. Program ini bertujuan untuk menekan jumlah masyarakat Indonesia yang ke luar negeri, yang selama ini kerap disebut sebagai kebocoran devisa," ujar dia.

Lebih lanjut, selain Provinsi Bali ada juga wilayah lainnya yang ditetapkan menjadi destinasi unggulan untuk wisata wellness. Diantaranya, Manado, Jakarta, Solo, Yogyakarta, Malang, dan Medan.

"Manado itu beberapa destinasi yang saat ini saya kira siap. Salah satunya dengan pengembangan wellness tourism-nya," ucap dia.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia, Azril Azhari, menyampaikan sejumlah alasan Indonesia menjadi destinasi wisata wellness. Salah satunya adalah produksi rempah yang menjadi saya pikat sejak abad ke-16.

"Jalur rempah ini yang harus dikembangkan lagi oleh kementerian, bagaimana sejarahnya dan lain-lain. Sehingga orang-orang luar negeri itu mencari bahan-bahan kepada ke indonesia," kata dia.

Untuk mencegah pengkormersialisasi berlebihan, ia memiliki saran untuk menggunakan rempah tidak hanya fokus kepada kesehatan tubuh. Tapi juga bisa digunakan dalam ke dalam penyedap masakan atau sajian makanan. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.