Rupiah Hari Ini Ikut Melemah, Dipicu Ketegangan Global Memanas

Jumat, 30 Jan 2026, 20:20 WIB

JAKARTA – Rupiah kembali terpukul jelang akhir pekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.

Eskalasi konflik mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman seperti dolar AS dan emas, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Ket. Foto: Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Muhammad Adimaja

Selain itu, potensi gangguan pasokan energi global turut meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat dolar AS, yang pada akhirnya mempersempit ruang penguatan rupiah di tengah volatilitas pasar global yang masih tinggi.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (30/1), bergerak melemah 31 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.786 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.755 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi ketegangan yang terjadi di Timur Tengah.

“Ketegangan memanas di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu (28/1) mendesak Iran untuk duduk di meja perundingan dan membuat kesepakatan tentang senjata nuklir atau menghadapi serangan AS, yang memicu ancaman dari Tehran untuk membalas dengan keras,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Mengutip Sputnik-OANA, Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan pilihan untuk melancarkan serangan dahsyat terhadap Iran setelah pembicaraan terkait program nuklir Tehran gagal.

Opsi yang saat ini sedang dipertimbangkan Trump termasuk serangan udara terhadap para pemimpin dan pejabat keamanan Iran, serta serangan terhadap fasilitas nuklir dan lembaga pemerintah, yang diiringi armada militer besar tengah bergerak menuju Iran agar Tehran kembali ke meja perundingan.

Sebagaimana laporan Anadolu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menanggapi bahwa Trump mungkin dapat memicu perang namun tidak akan mampu mengendalikan bagaimana perang tersebut berakhir.

Ia menegaskan Tehran tetap terbuka untuk berunding, tetapi hanya jika perundingan itu sungguh-sungguh dan tidak dipaksakan dengan kekuatan.

Ia menegaskan, Iran tidak akan terlibat dalam perundingan tanpa manfaat nyata. Ghalibaf mengatakan, selama kepentingan ekonomi rakyat Iran tidak dijamin, maka tidak akan ada perundingan. Ia juga menekankan bahwa Iran tidak menganggap 'mendikte' sebagai bentuk negosiasi.

Ghalibaf memperingatkan bahwa pembicaraan yang dilakukan di bawah tekanan militer justru akan memperburuk ketegangan. Menurutnya, perundingan dalam bayang-bayang perang hanya akan memicu eskalasi.

“Pemerintahan Trump akan menjamu pejabat senior pertahanan dan intelijen dari Israel dan Arab Saudi untuk pembicaraan terpisah tentang Iran minggu ini di Washington, menurut dua orang yang mengetahui masalah tersebut. Pejabat AS mengatakan Trump sedang meninjau opsi-opsinya tetapi belum memutuskan apakah akan menyerang Iran,” kata Ibrahim.

Sentimen terhadap rupiah juga berasal dari wacana mantan gubernur Fed, Kevin Warsh, menempati posisi sebagai ketua bank sentral tersebut, menggantikan Jerome Powell.

Warsh, yang kalah dari Powell untuk posisi puncak Fed pada tahun 2017, cenderung mendukung seruan Trump untuk pemotongan suku bunga yang lebih agresif oleh Fed.

“Namun, potensi nominasi Warsh muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar atas independensi Fed, di tengah seruan berulang dari Trump agar bank sentral memangkas suku bunga secara tajam,” ujar dia.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.796 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.

  • rupiah hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.