Pakar: Zona Megathrust di Indonesia Bergantung Interpretasi

Jumat, 30 Jan 2026, 16:58 WIB

JAKARTA - Pakar menyebut zona Megathrust di Indonesia terkini berubah menjadi 14 titik bergantung pada interpretasi. Hal itu karena sejalan dengan perkembangan data dan penelitian.

"Jadi dulunya sepanjang 100 ribu kilometer, dibagi tiga hingga empat segmen. Segmentasi datanya baru, itu berarti segmen lebih besar tidak terjadi juga," kata Pakar Geologi Gempa Bumi dan Geotektonik, Danny Hilman Natawidjaja, Jumat (30/1).

Ket. Foto: — Sumber: Journal Potensial Megathrust

Ia menyebut Megathrust merupakan batas lempeng tektonik, ada di selatan Jawa dan barat Sumatera. Banyak lempeng menunjang di daerah tersebut.

"Disebut Megathrust karena ini sumber gempa paling besar, dimensinya besar. Ada yang sebagian besar di bawah laut maka juga bisa menghasilkan tsunami," kata dia.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat langkah antisipasi yaitu untuk menghadapi potensi gempa besar akibat aktivitas Megathrust di perairan barat Sumatera.

Analis kebencanaan BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan belum bisa diprediksi kapan gempa Megathrust akan terjadi. Namun, kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi hal yang sangat penting.

"Megathrust hingga awal tahun 2026 ini masih menjadi perbincangan hangat. Kita harus melakukan berbagai upaya antisipasi dan mitigasi jika bencana terjadi, termasuk gempa Megathrust," ujar dia, Selasa (20/1). ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.