Menag Nasaruddin Umar Minta Reformasi Birokrasi Kemenag Berbasis Validitas Data dan Penguasaan Teknologi
Jumat, 30 Jan 2026, 13:56 WIBJAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan validitas data dan penguasaan teknologi digital menjadi kunci utama dalam memperkuat tata kelola birokrasi Kementerian Agama.
Menag menekankan bahwa setiap kebijakan dan program kerja Kemenag harus disusun berdasarkan data yang akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, kualitas data sangat menentukan arah pengambilan keputusan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi.
âSudah saatnya kita membuka lembaran baru Kementerian Agama dengan terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM agar mampu menjawab tantangan era digital,â ujar Menag saat membuka Rakernas Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (29/1), dikutip dari laman Kemenag.
Menag mendorong peningkatan kompetensi digital bagi pejabat dan pegawai Kemenag. Ia mencontohkan praktik di sejumlah instansi pemerintah yang telah memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mendukung kerja yang lebih cepat, terukur, dan berbasis data.
Menag juga mengingatkan pentingnya penyajian data yang semakin detail dan faktual dalam setiap forum pimpinan. Ia berharap laporan dan presentasi tidak lagi bersifat formalitas, melainkan mampu memberikan gambaran utuh sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran.
Selain itu, Menag menyoroti pentingnya sinkronisasi data antar-unit kerja di lingkungan Kemenag. Ia meminta para pejabat Eselon I untuk memastikan data yang disampaikan telah melalui proses verifikasi yang ketat sebelum dilaporkan ke pimpinan maupun dipublikasikan kepada masyarakat.
âAkuntabilitas data menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas institusi. Karena itu, pengendalian dan konsistensi data harus menjadi perhatian bersama,â tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menag juga menyinggung tantangan pengembangan sumber daya manusia keagamaan di tengah dinamika sosial yang terus berubah. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi keagamaan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman pemahaman keagamaan serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Menag mengajak BMBPSDM untuk melakukan kajian berkelanjutan terkait kebutuhan riil pegawai dan efektivitas struktur organisasi. Ia berharap pemanfaatan anggaran negara dapat semakin diarahkan pada program-program yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan keagamaan kepada umat.
Ia juga menegaskan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda yang memiliki potensi dan kapasitas, tanpa mengesampingkan peran dan pengalaman para senior. Keseimbangan antara pengalaman dan inovasi dinilai penting untuk membangun organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
Menag menegaskan bahwa keberhasilan Kementerian Agama tidak ditentukan oleh satu figur, melainkan oleh kerja tim yang solid dan kolaboratif.
âDi Kementerian Agama tidak ada "superman", yang ada adalah "superteam". Mari kita saling bersinergi, terus belajar, dan berbenah bersama demi menjaga marwah institusi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,â pungkasnya.
- Kemenag
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PAM Jaya Jekate Running Series 2025 Siap Digelar, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Edukasi Air Bersih di Jakarta
-
Nahas, Maling Kabel PLN Tewas Kesetrum di Tanjung Priok
-
Target produksi bawang merah nasional 2026
-
Maybank Syariah Gabungkan Solusi Finansial dan Aksi Sosial
-
TNI Kuasai Kampung Soanggama! 14 Anggota OPM Tewas dalam Baku Tembak Hebat
-
Luar Biasa, 53.000 Warga Serang Terima Jaminan Kesehatan
-
Grab Tutup GVV Batch 8, Lima Startup Hadirkan Solusi Teknologi Berkelanjutan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.