Indonesia-UEA Perkuat Kerja Sama Lewat Dukungan ke RS Kardiologi Surakarta
Jumat, 30 Jan 2026, 11:10 WIBJAKARTA - Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) memperkuat kerja sama bilateral dengan dukungan pasokan medis untuk Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan pemanfaatan perangkat medis canggih di tempat itu.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat, menyampaikan RS Kardiologi Emirates-Indonesia resmi ditetapkan sebagai pusat unggulan penanganan penyakit jantung dengan dukungan teknologi medis berstandar internasional.
Untuk itu, dia menginstruksikan rumah sakit tersebut mengoptimalkan pemanfaatan perangkat medis canggih yang telah tersedia untuk mendukung tindakan medis tingkat lanjut.
"Kompleks tetapi tradisional? Tidak. Saya ingin ditingkatkan menjadi kompleks tetapi canggih, karena perangkatnya sudah sangat baik," kata dia dalam peninjauan di Surakarta, Kamis (29/1).
Selain penguatan fasilitas fisik, dia meminta peningkatan kapasitas tenaga medis melalui sistem pengampuan menjadi fokus utama guna menjamin mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
Direktur Utama RSUP Dr Sardjito selaku rumah sakit pengampu, Eniarti, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang melaksanakan program pendampingan.
"Kami dari RSUP Dr Sardjito melaksanakan pengampuan selama lima tahun. Targetnya adalah memastikan kesiapan sumber daya manusia sehingga proses alih pengetahuan dapat berjalan optimal dalam pelayanan jantung," ujarnya.
Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Republik Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri menyatakan dukungan untuk keberlanjutan operasional rumah sakit itu.
"UEA senantiasa siap memberikan dukungan kepada bangsa sahabat kami, Republik Indonesia," katanya.
Pemerintah UEA sedang mengkaji pemberian dukungan tambahan berupa pasokan kebutuhan medis guna menjamin operasional rumah sakit yang profesional dan berkelanjutan.
Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto mengemukakan pentingnya keberadaan fasilitas ini dalam mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan jantung di wilayah Surakarta.
"Keberadaan rumah sakit ini sangat krusial, mengingat penanganan serangan jantung membutuhkan respons cepat dalam kurun waktu dua hingga enam jam," ujarnya.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Surakarta, serta dukungan Pemerintah Uni Emirat Arab, RS Kardiologi Emirates-Indonesia diproyeksikan mampu memangkas rantai rujukan pelayanan jantung yang selama ini relatif panjang.
Fasilitas itu diharapkan menjadi model transformasi layanan rujukan kardiovaskular di daerah dengan tetap mengedepankan mutu pelayanan yang setara dengan standar internasional.
- Kemenkes RI
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Pangan Akhir Pekan: Cabai Rawit Turun Jadi Rp38.604/Kg, Bawang Merah Rp37.879/Kg
-
Kemensos Berhentikan 49 Staf Agar Bansos Lebih Transparan
-
Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek bersama Kementerian Kesehatan
-
Kemenkes tingkatkan cakupan cek kesehatan gratis tahun 2026
-
Pemerintah pulihkan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana
-
Konflik Gajah dan Manusia di Aceh Barat, BPBD Aktifkan Tim Reaksi Cepat
-
Abrasi 95 Meter di Konawe Utara, Dermaga dan Rumah Warga Nyaris Tersapu Ombak!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.