DPW ICDN DKI Jakarta Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Peran Cendekiawan Dayak di Kota

Jumat, 30 Jan 2026, 15:30 WIB

JAKARTA - Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (DPW ICDN) Provinsi DKI Jakarta periode 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (30/1). Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan peran cendekiawan Dayak dalam pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan beragam.

Pengukuhan DPW ICDN DKI Jakarta menandai konsolidasi organisasi cendekiawan Dayak di tingkat daerah. Organisasi ini diproyeksikan menjadi wadah intelektual yang berkontribusi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, serta penguatan kohesi sosial di ibu kota.

Ket. Foto: DPW ICDN) Provinsi DKI Jakarta periode 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (30/1). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

DPW ICDN DKI Jakarta hadir dengan visi memperkuat peran intelektual Dayak dalam dinamika kota metropolitan. Keberadaannya diharapkan mampu menjembatani nilai-nilai kearifan lokal Dayak dengan tantangan pembangunan perkotaan modern.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap peran ICDN. Ia menilai ICDN sebagai organisasi yang konsisten menjaga keberagaman dan memperkuat persatuan di Jakarta.

"Pelantikan ini bukan hanya seremoni organisasi, tetapi juga peneguhan komitmen untuk berkontribusi bagi Jakarta yang semakin maju dan inklusif," ujar Rano Karno.

Ia berharap DPW ICDN DKI Jakarta dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, peran cendekiawan sangat dibutuhkan dalam merumuskan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan perkotaan.

"Saya berharap ICDN DKI Jakarta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persatuan, kebudayaan, dan pembangunan sumber daya manusia," lanjutnya.

DPW ICDN DKI Jakarta dinilai memiliki potensi besar dalam mengisi ruang-ruang diskursus publik. Organisasi ini diharapkan aktif menghadirkan pemikiran kritis sekaligus solutif bagi pembangunan Jakarta.

Rano juga menekankan pentingnya kebudayaan sebagai fondasi Jakarta menuju kota global. Menurutnya, identitas budaya yang kuat justru menjadi modal utama dalam persaingan global.

"Jakarta tidak bisa berdiri sebagai kota global tanpa kekuatan budaya yang berakar dan berkelas dunia," kata Rano.

Ia menegaskan, budaya Dayak merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya nasional. Karena itu, keberadaan ICDN dinilai strategis dalam memperkaya wajah kebudayaan Jakarta.

DPW ICDN DKI Jakarta diharapkan mampu menginisiasi berbagai kegiatan kebudayaan yang terorganisasi. Melalui aktivitas tersebut, nilai-nilai budaya Dayak dapat dikenal lebih luas di tengah masyarakat urban.

Selain aspek budaya, ICDN juga diarahkan berperan di bidang intelektual dan sosial. Organisasi ini diharapkan melahirkan gagasan kebijakan, riset, serta program pemberdayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta.

Rano mengajak pengurus DPW ICDN DKI Jakarta periode 2026-2031 untuk membangun sinergi yang kuat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi lintas komunitas dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas sosial di kota besar.

"Saya mengajak seluruh pengurus DPW ICDN DKI Jakarta periode 2026-2031 untuk membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah," ujarnya.

Ia menegaskan, sinergi tersebut penting agar setiap program ICDN dapat memberikan dampak nyata. Pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi masyarakat berbasis intelektual.

Pelantikan DPW ICDN DKI Jakarta periode 2026-2031 ini juga menjadi momentum regenerasi kepemimpinan. Organisasi diharapkan semakin solid dalam mengonsolidasikan peran cendekiawan Dayak di tingkat daerah.

Pemprov DKI Jakarta optimistis kehadiran ICDN akan memperkaya proses pembangunan kota. Nilai keberagaman dan persatuan yang diusung ICDN dinilai sejalan dengan arah pembangunan Jakarta ke depan.

Dengan kepengurusan baru, DPW ICDN DKI Jakarta dituntut bergerak adaptif dan progresif. Tantangan kota global menuntut organisasi cendekiawan tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga konkret dalam aksi dan kontribusi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.