BMKG:Hujan Lebat di Jabodetabek Diperkirakan Hingga Awal Februari

Jumat, 30 Jan 2026, 15:00 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan sedang hingga lebat masih terjadi di Jabodetabek. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga awal Februari 2026.

Pelaksana Tugas Deputi Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan hal ini diakibatkan monsun Asia yang masih aktif. "Kami pantau karena monsun Asia masih berlangsung hingga Februari," kata Andri, Jumat (30/1).

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA/Muhammad Adimaja

Menurut diaa, potensi hujan terjadi pada dasarian pertama Februari. "Itu di sepuluh hari pertama bulan Februari," ujar Andri.

Selain itu, lanjut dia, musim hujan masih berlangsung meski mendekati akhir periode. BMKG pun masih terus melakukan pemantauan berkala secara harian.

BMKG juga memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Curah hujan di Jabodetabek mencapai 150 hingga 200 milimeter.

Ia menyebut hujan lebat terjadi pada 22 dan 23 Januari. "Itu sudah sering terjadi dan mencapai lebih 200 milimeter," ujar dia.

Andri menilai kondisi ini membutuhkan kesiapsiagaan drainase. "Tekanan cuaca datang dari bawah dan atas semakin meningkat," kata dia.

Selain itu masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap genangan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga musim hujan berakhir.

BMKG memprakirakan musim hujan berakhir pada Maret. "Februari melandai dan Maret masuk masa transisi," ujarnya.

Menurut dia, pola cuaca Jawa mirip wilayah lainnya. "Itu terjadi di Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara mengikuti monsun," kata dia.

BMKG mengimbau masyarakat rutin memantau informasi cuaca terkini. "Pantau terus informasi resmi yang dikeluarkan BMKG," ujar dia. ils/I-1

  • Prakiraan Cuaca
  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
  • Cuaca di Jabodetabek

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.