BI Optimistis Proyek IKN Dongkrak Ekonomi Kaltim
Jumat, 30 Jan 2026, 03:15 WIBSAMARINDA - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) optimistis proyek legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) seperti pembangunan gedung DPR/MPR, Mahkamah Agung (MA), dan Mahkamah Konstitusi (MK), akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim.
Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2026 diperkirakan tumbuh sekitar 5 persen, salah satunya dari infrastruktur dasar menuju penguatan peran strategis sebagai ibu kota politik dan pusat inovasi digital nasional di IKN tersebut.
âSelain pembangunan sejumlah proyek di IKN, aktivitas lain yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kaltim pada 2026 antara lain industri pengolahan dam masuknya investasi baru di berbagai sektor strategis,â kata Kepala BI Kaltim Budi Widihartanto di Samarinda, beberapa hari lalu.
Di IKN, pembangunan tahap II sudah dimulai seiring adanya dukungan finansial, yakni tercatat investasi swasta murni senilai 66,5 triliun rupiah, kemudian skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebesar 158,73 triliun rupiah.
Menurut Budi, meski tekanan global seperti kebijakan Amerika terkait politik masih membayangi perkembangan ekonomi, namun fondasi ekonomi Kaltim ia nilai masih kuat dalam menjaga momentum pertumbuhan.
âSektor industri pengolahan diproyeksi menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi Kaltim. Salah satunya berasal dari penambahan kapasitas refinery migas sekitar 50 ribu barel per hari yang dijadwalkan beroperasi pada triwulan III 2026,â katanya.
Ada pula pengembangan eksplorasi gas yang dimulai sejak akhir 2025 diperkirakan mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi industri turunan pada 2026.
Ia menyebut bahwa kegiatan ini akan melanjutkan tren positif di tahun sebelumnya, yakni aktivitas industri meningkat seiring optimalisasi kilang migas dan bertambahnya fasilitas pengolahan, termasuk smelter baru yang mulai menembus pasar ekspor.
Kegiatan lain yang akan mampu mendongkrak ekonomi Kaltim tahun ini adalah investasi swasta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kemudian sektor pertanian dengan target optimalisasi lahan Kaltim ditingkatkan hingga 3.000 hektare, seiring berlanjutnya program CSR dan penguatan ketahanan pangan daerah. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Peneliti UB Buat Alat Deteksi Dini Hipotiroid pada Bayi Baru Lahir
-
DLH Banyumas Kembangkan TPST BLE Tekan Beban Pengolahan Sampah
-
Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar
-
Komisi IX DPR RI Gelar Raker bersama Menkes dan Mensos
-
Banjir Surut, Warga Demak Mulai Pulang, Penanganan Tanggul Terus Dikebut
-
Bawang Putih Bangkit! Penguatan Benih Jadi Senjata Utama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.