Sambut Ramadan, Dompet Dhuafa Bangun 180 Rumah Sementara untuk Penyintas Bencana Aceh

Kamis, 29 Jan 2026, 17:05 WIB

JAKARTA - Dompet Dhuafa mempercepat pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) bagi penyintas banjir dan longsor di Aceh menjelang Ramadan 2026. Langkah ini dilakukan agar para penyintas dapat menyambut bulan suci dengan hunian yang lebih layak, bersih, dan nyaman.

Percepatan pembangunan Rumtara ditegaskan setelah Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, meninjau langsung lokasi pembangunan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (20/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen Dompet Dhuafa dalam pemulihan pascabencana.

Ket. Foto: Dompet Dhuafa mempercepat pembangunan Rumah Sementara (Rumtara) bagi penyintas banjir dan longsor di Aceh menjelang Ramadan 2026. — Sumber: Istimewa

Hingga saat ini, Dompet Dhuafa telah membangun sebanyak 180 unit Rumtara yang tersebar di wilayah Pidie Jaya dan Aceh Tamiang. Selain itu, proses pengukuran lahan juga tengah dilakukan di Aceh Utara untuk memperluas jangkauan bantuan hunian sementara.

Program percepatan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas, khususnya tempat tinggal yang aman dan sehat. Dompet Dhuafa menilai hunian menjadi fondasi utama agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih stabil.

"Dompet Dhuafa berkomitmen untuk terus membantu masyarakat terdampak agar mereka bisa menyambut Ramadan yang akan datang dengan lebih baik di tempat tinggal yang layak, bersih, dan nyaman," ujar Ahmad Juwaini.

20260129170259_1000249975.jpg

Ia menegaskan bahwa pembangunan Rumtara bukan hanya soal menyediakan atap untuk berteduh, tetapi juga membangun kembali harapan dan semangat hidup para penyintas. Menurutnya, Ramadan harus menjadi momentum pemulihan spiritual sekaligus sosial bagi masyarakat terdampak bencana.

Dompet Dhuafa juga memastikan bahwa kualitas bangunan Rumtara tetap menjadi prioritas utama. Setiap unit dirancang agar dapat dihuni dengan nyaman oleh satu kepala keluarga serta memenuhi standar hunian sementara yang aman.

Apresiasi terhadap kualitas Rumtara Dompet Dhuafa turut disampaikan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri. Ia mengungkapkan penilaiannya setelah mengunjungi langsung lokasi Rumtara Dompet Dhuafa pada Minggu (18/1/2026).

Menurut Hasan Basri, Rumtara yang dibangun Dompet Dhuafa layak dijadikan percontohan hunian sementara bagi penyintas bencana. Ia menilai desain hunian yang diperuntukkan bagi satu kepala keluarga memberikan ruang privasi dan kenyamanan yang lebih baik.

Selain itu, setiap unit Rumtara juga dilengkapi dengan fasilitas MCK pribadi. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup para penyintas selama masa pemulihan.

Kehadiran MCK pribadi di setiap unit Rumtara juga diharapkan dapat meminimalkan risiko penyakit serta meningkatkan standar kesehatan masyarakat terdampak. Dengan demikian, pemulihan pascabencana tidak hanya fokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga pada aspek kesehatan lingkungan.

Program Rumtara menjadi bagian dari pendekatan Dompet Dhuafa dalam penanganan kebencanaan berbasis pemulihan berkelanjutan. Lembaga filantropi ini tidak hanya hadir pada fase tanggap darurat, tetapi juga berperan aktif dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dompet Dhuafa menargetkan percepatan pembangunan Rumtara dapat selesai sebelum Ramadan tiba. Target tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi para penyintas untuk menjalani ibadah puasa tanpa harus dibayangi persoalan tempat tinggal yang tidak layak.

Sebagai lembaga filantropi Islam yang telah berdiri selama lebih dari tiga dekade, Dompet Dhuafa terus mengembangkan program pemberdayaan masyarakat berbasis lima pilar utama. Pilar tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Dalam pelaksanaannya, Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola organisasi berbasis prinsip Good Corporate Governance (GCG). Prinsip tersebut mencakup transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dalam pengelolaan dana dan program.

Komitmen tata kelola ini menjadi fondasi kepercayaan publik terhadap Dompet Dhuafa dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan. Termasuk di dalamnya adalah program pembangunan Rumtara bagi penyintas bencana di Aceh.

Melalui percepatan pembangunan Rumtara, Dompet Dhuafa berharap para penyintas dapat kembali bangkit secara sosial dan ekonomi. Ramadan diharapkan menjadi titik awal pemulihan yang lebih baik bagi keluarga-keluarga terdampak bencana.

Ke depan, Dompet Dhuafa juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, komunitas lokal, maupun mitra filantropi lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas dampak program kemanusiaan di wilayah rawan bencana.

Dengan langkah ini, Dompet Dhuafa menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam upaya pemulihan pascabencana. Fokusnya tidak hanya pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan ketahanan masyarakat dalam jangka panjang.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.